Kamis, 27 Januari 22

Film Musik ‘Bumiku’ akan Diputar di Konferensi PBB

Film Musik ‘Bumiku’ akan Diputar di Konferensi PBB
* Natasha Dematra.

Jakarta, Obsessionnews.com – Film Musik Bumiku  akan diputar di UN Climate Change Conference (Konferensi Perubahan Iklim PBB) di Marrakech, Maroko.

Ini merupakan sebuah kampanye lingkungan hidup. Sekaligus soundtrack film dokumenter Siti Nurbaya Bakar: Srikandi Pembawa Perubahan yang disutradarai oleh Damien Dematra.

Film pendek Bumiku diproduksi oleh World Environment Movement dan disutradarai oleh sutradara remaja Natasha Dematra.

Sedangkan lagu Bumiku sendiri turut diciptakan oleh Natasha Dematra bersama dengan pencipta lagu senior, Abah Ukam.

“Saya merasa terhormat Bumiku akan diputar di Maroko,” ucap Natasha Dematra kepada Obsessionnews, Kamis (10/11/2016).

Ini menunjukkan bahwa kampanye lingkungan hidup lewat cara kreatif telah menghasilkan bukti.

Natasha yang juga merupakan Duta Lingkungan Hidup mengungkapkan, bahwa dirinya merasa terhormat diberikan kesempatan itu.

“Saya harap banyak orang akan terinspirasi dengan film ini,” jelas wanita berusia 18 tahun ini.

Film ini membawa pesan kuat tentang bahaya pemanasan global dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Diharapkan dapat menjadi jembatan bagi orang-orang yang tidak peduli terhadap isu lingkungan hidup, agar dapat mengubah pola pikir mereka tentang alam.

Natasha berkeinginan film ini dapat membangun kesadaran semua generasi bahwa lingkungan hidup bukanlah masalah satu atau dua orang saja, namun merupakan masalah seluruh manusia di muka Bumi.

Marrakech UN Climate Change Conference berlangsung di Maroko pada 7-18 November 2016. Acara ini merupakan konferensi pertama sejak dicapainya Perjanjian Paris pada 5 Oktober lalu.

Konferensi ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, para petinggi PBB, dan para petinggi dunia lainnya.

Hampir 200 negara mengirim delegasi mereka. Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Natasha Dematra sendiri diundang untuk hadir dalam konferensi tersebut; namun, ia berhalangan hadir karena sedang menjadi juri festival film dengan tema “Tolerance for Nature”.

Natasha Dematra dikenal sebagai pemegang rekor dunia sutradara perempuan termuda, dan telah meraih lebih dari 100 penghargaan internasional di bidang penyutradaraan, akting, menyanyi, dan aktivitas kemanusiaan.

Baru-baru ini Natasha telah menyelesaikan pendidikan special course dari Harvard University. Ia mengambil mata kuliah Humanitarian Response to Conflict and Disaster.

Pendidikan ini, ungkap Natasha, telah membuka matanya terhadap isu-isu sosial dan lingkungan hidup, dan bagaimana PBB menanganinya.

Certificate of Achievement diterimanya atas dasar nilai yang mumpuni dalam bidang tersebut. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.