Senin, 18 Oktober 21

Film Jelita Sejuba Suguhkan Keindahan Alam Pesisir Sejuba

Film Jelita Sejuba Suguhkan Keindahan Alam Pesisir Sejuba
* Salah satu adegan di film Jelita Sejuba. (Foto: IG @ film_jelitasejuba)

Jakarta, Obsessionnews.com – Rumah produksi Drelin Amagra Pictures mempersembahkan karya perdananya film “Jelita Sejuba” yang dirilis di bioskop, Kamis (5/4/2018). Film yang diproduseri oleh Marlia Nurdiyani ini menceritakan seputar kisah cinta kehidupan prajurit yang membela tanah air di Natuna, Kepulauan  Riau.

 

Sutradara Ray Nayoan merasa tergugah untuk mengangkat kisah ini sebagai film panjang pertamanya. Sebelumnya ia melihat kehidupan militer itu bagaikan robot. Namun lewat riset dan observasi langsung ke tengah kehidupan para prajurit muda di Natuna, ia melihat sisi humanis yang belum banyak terekspos ke masyarakat.

Salah satu adegan di film Jelita Sejuba. (Foto: IG @ film_jelitasejuba)

Lalu kehidupan para prajurit ini bukan hanya melulu untuk negara. Mereka juga jatuh cinta. Betapa luar biasanya perempuan-perempuan muda yang berani berkomitmen dengan mereka atas nama cinta. Rela menjadi nomor dua, karena prioritas utama para suami adalah bela negara.

 

 

Penonton juga disuguhkan dengan keindahan alam pesisir Sejuba yang didominasi batu-batu besar menambah unsur misterius Natuna yang ternyata menyimpan banyak rahasia di laut dan daratannya.

 

Penulis skenario kawakan juga terlibat, yaitu Jujur Prananto, yang film-filmnya telah disaksikan jutaan penonton Indonesia antara lain Ada Apa dengan Cinta?, Petualangan Sherina, dan Laskar Pelangi berkolaborasi dengan Ray dalam menggarap naskah kisah kekuatan cinta yang tulus ini.

 

Film ini dibintangi oleh aktris cantik Putri Marino yang berperan sebagai Sharifah dan aktor Wafda Saifan Lubis sebagai Jaka.

 

 

Siapa yang tak kenal Putri Marino, di film ini ia bermain memikat sebagai Sharifah, si gadis Natuna. Ia memerankan tokoh ini dalam dua dimensi umur yang berbeda, yaitu sebagai Sharifah si remaja lugu dan naif yang sedang jatuh cinta, dan sebagai Sharifah sang ibu muda yang tegar menghadapi hari-harinya sebagai istri tentara.

 

Perempuan yang di tahun 2017 lalu berhasil memenangkan Piala Citra kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik di film Posesif karya Edwin ini awalnya khawatir tidak bisa maksimal memerankan Sharifah, apalagi harus menggunakan dialek Melayu khas Natuna.

 

Namun kegelisahannya berhasil dipatahkan oleh Yayu Unru, yang menjadi acting coach untuk Putri di film ini. Bahkan aktor senior pemenang Piala Citra kategori Aktor Pendukung Pria Terbaik untuk film Posesif ini kembali dipasangkan dengan Putri sebagai ayah dan anak dalam film Jelita Sejuba.

 

Sementara Wafda Saifan Lubis dikenal sebagai vokalis Volume Band. Ia menjalani proses casting yang panjang sebelum terpilih sebagai Jak, si tentara muda yang kharismatik.

 

Untuk peran utama pertamanya di film layar lebar ini, Wafda menunjukkan keseriusannya sebagai aktor dengan menjalani bootcamp bersama para tentara jelang shooting. Ia belajar mengoperasikan tank, memegang dan merawat senapan, hingga ikut berkompetisi dengan tim bola kompi C di Natuna. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.