Sabtu, 1 Oktober 22

Filipina Usir 220 Kapal China Langgar Batas Laut

Filipina Usir 220 Kapal China Langgar Batas Laut
* Kapal China yang tertambat di batu karang di perairan Filipina pada 7 Maret 2021. (Foto: EPA/BBC)

Tampaknya, sengketa Laut China Selatan mengganggu negara-negara sekitar. Armada kapal ikan China bikin Filipina khawatir sehingga mengusir sekitar 220 kapal Chiba yang telah melanggar batas perairan laut tersebut.

Filipina meminta China untuk menarik sekitar 220 kapal yang dituduh melanggar batas wilayah perairannya di Laut China Selatan.

Menteri pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, mengatakan kapal-kapal China itu melanggar hak maritim Filipina.

Filipina mengatakan kapal-kapal nelayan itu tampak tidak sedang mencari ikan dan diawaki oleh milisi maritim China.

Sumber: UNCLOS CIA

Sekitar 220 kapal China tersebut telah terlihat di terumbu karang di wilayah laut Filipina, melanggar hak maritim Manila dengan melanggar batas wilayah kedaulatan Filipina.

Menurut penjaga pantai Filipina, kapal-kapal tersebut diyakini diawaki oleh personel milisi maritim Tiongkok. Kapal-kapal itu terlihat pada 7 Maret 2021 di Whitsun Reef, yang disebut Manila sebagai Julian Felipe Reef. Dalam pernyataan yang tegas, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana memperingatkan tindakan yang tepat tidak terbatas pada mengajukan protes diplomatik jika kapal tidak ditarik. Mereka meminta Tiongkok untuk menghentikan serangan ini dan segera menarik kembali kapal-kapal tersebut.

 

 

Lima tahun lalu pengadilan internasional menolak klaim kedaulatan China atas 90% wilayah Laut China Selatan.

Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam telah menentang klaim China selama puluhan tahun namun ketegangan mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing terus mengklaim wilayah yang dinamakan “sembilan garis putus-putus” dan mendukung klaimnya dengan membangun pulau buatan dan berpatroli, memperluas keberadaan militernya sambil berkukuh bahwa niatnya damai.

 

Apa posisi Filipina?
Foto-foto yang dirilis oleh penjaga pantai Filipina menunjukkan barisan kapal China tertambat di Karang Whitsun (disebut Julian Felipe Reef oleh Filipina) di Laut China Selatan pada 7 Maret.

Karang itu terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina, kata satuan tugas pemerintah pada Sabtu (20/3/2021).

Menurut Filipina, ada sekitar 220 kapal China yang tertambat di karang tersebut.

“Kami meminta China untuk menghentikan serbuan ini dan segera menarik kapal-kapal ini yang melanggar hak maritim kami dan melanggar batas wilayah kedaulatan kami,” kata Menteri Pertahanan Lorenzana.

Dia menuduh China melakukan “tindakan provokatif dengan memiliterisasi wilayah itu.”

Pemerintah China tidak segera merespon ketika dimintai komentar oleh media asing.

China biasanya menganggap remeh laporan bahwa mereka menggunakan armada kapal nelayan untuk membantu menegaskan klaim teritorialnya.

Dua tahun lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte membela pendekatannya yang non-konrontasional pada sengketa maritim dengan komentar tentang Presiden China Xi Jinping.

“Ketika Xi berkata ‘Saya akan mencari ikan’ siapa yang bisa mencegahnya?” kata Duterte, seperti dikutip Associated Press.

“Jika saya mengirim tentara saya untuk mengusir pada nelayan China, saya jamin tidak satu pun dari mereka akan pulang hidup-hidup.” (BBC/NOA/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.