Sabtu, 18 September 21

Festival Museum Nasional Ditutup Dengan Banyak Harapan Baru

Festival Museum Nasional Ditutup Dengan Banyak Harapan Baru

Jakarta, Obsessionnews – Festival Hari Museum Internasional dan 237 Tahun Museum Nasional Indonesia yang berlangsung sejak 24 April – 25 Mei 2015 telah selesai. Selama 30 hari Museum Nasional telah menggelar serangkaian kegiatan seperti, Fun Walk pada Minggu (17/5), yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dengan rute Museum Nasional – Bundaran HI – Museum Nasional.

Lomba Kids Fashion Show atau peragaan busana tradisional untuk siswa SD pada 18, 20, 22 Mei 2015. Acara dengan tema “Warna-Warni Indonesia” ini mewajibkan peserta memakai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

festival museum1

Lomba vokal grup dan solo dilaksanakan pada 19, 21, 23 Mei. Vokal grup untuk tingkat SMP sementara lomba solo vokal dibuka untuk masyarakat umum berusia 15-40 tahun.

Screening Film Pendek untuk pelajar SMA dengan tema “Kita dan Museum” dilaksanakan pada Sabtu (23/5). Melalui lomba ini, Museum Nasional ingin dekat dengan remaja-remaja yang mempunyai semangat berkreasi dan kreatif dalam bidang videografi.

festival museum2

Workshop Mainan dan Permainan Tradisional yang dilaksanakan selama dua hari pada 23-24 Mei. Pengunjung disuguhkan dan bisa merasakan langsung permainan-permainan tradisional seperti congklak, dakon, bekelan, cublak-cublak suweng, enggrang, dan sudamanda.

Sebagai acara puncak sekaligus penutupan, Museum Nasional menyelenggarakan Gebyar Festival Hari Museum Internasional dan 237 Tahun Museum Nasional Indonesia pada Senin (25/5). Acara ini mengundang masyarakat umum, komunitas, dan para pemenang dari semua lomba rangkaian Festival Museum Nasional.

festival museum3

Hadir Mendikbud Anies Baswedan didampingi Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan PhD yang ikut mengapresiasi para pemenang. Dalam kesempatan ini, Anies Baswedan menyampaikan bahwa festival museum dapat mengajak masyarakat, khususnya para pelajar untuk mencintai Museum. Dan yang masih menjadi ‘PR’ bersama adalah bagaimana mengajak lebih banyak orang ke Museum. Dalam hal ini, komunitas menjadi salah satu penggeraknya.

Kacung Marijan menambahkan, melalui festival ini kita harapkan ada kedekatan dengan komunitas dan masyarakat untuk bersama-sama mencintai museum. “Yang kita lakukan adalah mengundang semua pihak untuk memakmurkan museum-museum. Tidak hanya Museum Nasional, tetapi juga museum di seluruh Indonesia,” paparnya.

festival museum4

Karena itu, Museum Nasional tak henti melakukan inovasi salah satunya dengan membangun gedung C yang telah memasuki master plan . “Saat ini adalah tahap ketiga pembangunan gedung Museum Nasional yang rencananya akan dibangun tujuh lantai yang akan diisi oleh perpustakaan, laboratorium, dan sarana untuk komunitas dan anak-anak,“ kata Intan Mardiana selaku Kepala Museum Nasional.

Melalui festival ini Museum Nasional berharap dapat lebih akrab lagi dengan masyarakat. Selain itu, harapannya masyarakat dapat mengetahui dan mengenal sejarah perkembangan museum dan benda warisan budaya bangsa. Serta dapat meningkatkan apresiasi dan minat masyarakat untuk berkunjung. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.