Jumat, 27 Mei 22

Festival Iraw Tengkayu Momentum Terbaik Majukan Sektor Pariwisata

Festival Iraw Tengkayu Momentum Terbaik Majukan Sektor Pariwisata
* Acara Festival Iraw Tengkayu ke-10 di Pantai Amal, Tarakan, Kalimantan Utara. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Festival Iraw Tengkayu ke-10 di Pantai Amal, Tarakan, Kalimantan Utara, dinilai sebagai momentum terbaik dalam memajukan sektor pariwisata sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Tarakan.

Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, Festival Iraw Tengkayu merupakan penggabungan antara kekayaan budaya dan atraksi wisata yang dapat mengundang wisatawan untuk datang ke Kota Tarakan. Mungkin ini adalah momentum terbaik bagi Kota Tarakan untuk memajukan pariwisatanya.

“Budaya turun-temurun dikemas dengan keindahan alam pantai Amal yang akan menjadi sebuah atraksi wisata yang sangat menarik,” kata Khairul dalam keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Selasa (23/12/2019).

Festival ini berlangsung selama dua hari mulai dari 21 hingga 22 Desember 2019. Diisi dengan beragam kegiatan seperti karnaval budaya sampai pesta rakyat yang menghadirkan artis ibu kota Erie Suzan.

Sementara inti dari festival Iraw Tengkayu yang sudah berlangsung secara turun-temurun ini adalah arak-arakan perahu Padaw Tuju Dulung, yaitu perahu hias yang diarak keliling kota. Pada bagian bawah perahu dipasang beberapa bilah bambu yang digunakan oleh para pemuda untuk mengangkut Padaw Tuju Dulung.

Iraw Tengkayu merupakan warisan adat suku asli Tidung yang dimaksudkan untuk mengucap syukur atas rezeki dari Tuhan. Iraw berarti pesta dan Tengkayu pulau kecil di tengah laut yakni pulau Tarakan.

Proses pelarungan perahu Padaw Tuju Dulung atau tujuh tiang yang tertancap di atas perahu bermakna sebagai jumlah hari dalam seminggu yang dilambangkan sebagai kehidupan masyarakat dalam mencari penghidupan sehari-hari. Dihias dengan warna khas suku Tidung yakni Kuning, Hijau, dan Merah.

Warna kuning di tiang melambangkan kehormatan dan keesaan Tuhan Yang Maha Pencipta. Sedangkan pada bagian tengahnya, terdapat lima tiang sebagai lambang salat lima waktu dalam sehari.

Perayaan festival Iraw Tengkayu dilaksanakan tiap dua tahun sekali. Tetapi kedepannya, Khairul menjanjikan festival Iraw Tengkayu akan dilaksanakan setiap tahun.

“Sayang apabila perayaan ini hanya dilakukan dua tahun sekali. Di tahun 2020 besok kita akan melakukan perayaan Iraw Tengkayu lagi,” pungkas Khairul. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.