Selasa, 20 Agustus 19

Festival Bakcang dan Lamang Baluo Tunjukkan Kerukunan Dua Etnis

Festival Bakcang dan Lamang Baluo Tunjukkan Kerukunan Dua Etnis
* Festival Bakcang dan Lamang Baluo yang diselenggarakan di Kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), 6-7 Juni 2019. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Padang, Obsessionnews.com – Bangsa Indonesia patut bersyukur karena dikaruniai objek-objek wisata, kesenian, kebudayaan, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Sejumlah daerah di Indonesia menggelar berbagai festival kesenian dan kebudayaan untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara.

Salah satu di antaranya adalah
Festival Bakcang dan Lamang Baluo yang diselenggarakan di Kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), 6-7 Juni 2019.

 

Baca juga: Wow…Keren! Festival Bakcang dan Lamang Baluo Pecahkan Rekor MURI

 

Festival ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Yakni mencatatkan rekor pembuatan Bakcang dan Lamang Baluo terbanyak untuk dua jenis makanan dari etnis Tionghoa dan Minang masing-masing 10 ribu.

Sebanyak 10 ribu Bakcang dipamerkan di atas gerobak hias berkepala naga. Sedangkan 10 ribu Lamang Baluo berada di atas gerobak hias berkepala kerbau. Kedua makanan tersebut dibagikan kepada wisatawan yang datang.

Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, festival ini memang bertujuan untuk menarik wisatawan datang berkunjung ke Padang. Untuk itu jadwal pelaksanaannya bertepatan dengan libur Lebaran.

“Festival ini menunjukkan adanya kerukunan yang luar biasa antara etnis Tionghoa dengan Minang di Padang. Mereka sudah lama hidup rukun berdampingan. Festival ini ditargetkan bisa mendatangkan kunjungan wisatawan sebanyak 15 ribu orang baik dari etnis Tionghoa maupun lainnya,” tutur Mahyeldi seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata, Minggu (9/6).

Sementara itu anggota Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2019 Kementerian Pariwisata Raseno Arya mengatakan, untuk pertama kalinya dua budaya yang berbeda antara Tionghoa dengan Minang disatukan dalam upaya memecahkan rekor MURI.

“Selain mencatatkan rekor MURI, festival Ini diharapkan bisa menjadi contoh keberagaman dalam kerukunan dan menjadi pertama di Indonesia,” tutur Raseno.

Raseno juga menyebutkan, festival ini rencananya akan digelar setiap tahun dan dijadikan kalender pariwisata nasional. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Padang untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat menarik wisatawan berkunjung ke Padang tiap tahun.

“Semua ada di sini. Ini menunjukkan persatuan dan kesatuan Indonesia dan event ini akan masuk ke dalam Calender of Event 2020. Apalagi ini menjadi event pertama pada libur lebaran, sehingga kian memperkaya keindahan Indonesia,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.