Senin, 25 Oktober 21

Fedi Nuril Akui Poligami? Tak Semudah Itu

Fedi Nuril Akui Poligami? Tak Semudah Itu

Jakarta, Obsessionnews – Aktor Fedi Nuril kembali memerankan sosok peran pria yang berpoligami dalam film terbaru “Surga yang tak dirindukan” yang akan rilis dibioskop 15 Juli mendatang. Sebelumnya, ia sukses berperan dalam film ‘Ayat-ayat Cinta” yang menikahi Aisha dan Maria.

“Film ini menceritakan poligami, ternyata tidak semudah itu, meski diperbolehkan,” kata Fedi Nulil dalam gala premier SYTD di XXI Senayan, Jakarta (7/7).

Fedi berusia 33 tahun yang masih betah melajang ini mengaku, film yang dibintanginya sangat menarik, ia berperan pria yang berkarakter tidak berniat berpoligami, tetapi karena alasan yang sangat masuk akal hingga terwujud pernikahan keduanya itu.

“Menariknya film ini, sebenarnya tidak ada niat untuk berpoligami. Semuanya itu jadi logis, tanpa ada niat jahat,” ucapnya.

Fedi Nuril2

Film ‘Surga yang tak dirindukan (SYTD) yang diproduserin oleh Manoj Punjabi dan disutradarai oleh Kuntz Agus merupakan ceritanya bagus, penonton akan dibuat penasaran. Makanya Fedi Nuril mau memerankan sosok Pras. Ia memerankan suami dari Citra Arini (Laudya Cynthia Bella) yang bersifat baik dan setia, dan akhirnya menikahi Meirose (Raline Shah).

“Ceritanya bagus, Alhamdulillah filmnya selesai. Biasanya penonton sudah bisa nebak ceritanya, ternyata ini berbeda,” tutur sibungsu tiga bersaudara yang melejit dalam film Ayat-Ayat Cinta.

Bisakah cinta bertahan, setelah janji-janji untuk setia tak lagi ditepati? Apa yang harus dilakukan seorang perempuan ketika sosok yang paling dicintainya seolah menemukan tambatan baru bagi hati? Sebuah kisah menyentuh yang membuat kita berpikir ulang tentang cinta, kesetiaan dan takdir serta ujian yang harus dikalahkan.

“Mudah-mudahan bisa menginsiprasi,” ujar Fedi Nuril yang mengawali karirnya didunia model ini. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.