Sabtu, 16 Oktober 21

FB Catat Laba Rp 8,7 Triliun

FB Catat Laba Rp 8,7 Triliun

London – Facebook melaporkan laba kuartal keempat sebanyak $701 juta (Rp8,7 triliun), sebuah kenaikan sebesar 34% dari waktu yang sama tahun lalu.

Penghasilan melalui iklan naik sebesar 53% menjadi $3.59 milyar, dengan 70% dari itu datang dari penjualan iklan di aplikasi telepon seluler.

Raksasa media sosial tersebut mengatakan bahwa jumlah pengguna aktif mereka sekarang mencapai 1.39 milyar orang per bulannya, sebuah kenaikan sebesar 13% dibandingkan tahun lalu.

“Kami melakukan banyak hal pada tahun 2014,” kata Mark Zuckerberg dalam sebuah pernyataan yang menyertai pengumuman laba, seperti dilansir BBC.

Total keuntungan untuk tahun itu adalah $2,9 milyar , hampir dua kali lipat dari total penghasilan 2013.

Namun, jumlah laba yang diperoleh perusahaan tersebut untuk setiap dolar pendapatan mereka menurun dari 44% menjadi 29% dari tahun sebelumnya, akibat investasi besar mereka dalam pemasaran serta penelitian dan pengembangan (Research & Development – R&D).

Jumlah yang dikeluarkan Facebook untuk R&D pada kuartal ini hampir naik tiga kali lipat menjadi $1,1 milyar, selama perusahaan tersebut menghabiskan anggaran cukup besar untuk mengembangkan berbagai akuisisi mereka seperti Instagram, WhatsApp dan produsen headest virtual-reality Oculus Rift, serta produk mereka sendiri seperti layanan video dan pengiriman pesan.

Facebook juga menyuarakan keluhan umum di antara perusahaan-perusahaan AS selama musim ini, mengatakan bahwa pendapatan mereka dapat meningkat hingga 53% dan bukan hanya 49%, bila tidak dihambat oleh pertukaran valuta asing yang tidak menguntungkan.

Mark Zuckerberg telah mengikuti rencana awal yang dilontarkannya ketika Facebook masuk ke pasar saham. Ia mengatakan perusahaannya perlu mencari cara cepat untuk menghasilkan uang dari pengguna ponsel.

Nah, tugas tersebut sudah beres. Iklan mobile Facebook memang kurang halus, namun metode tersebut berhasil dan tidak mengurangi jumlah pengguna. Iklan ponsel awalnya terancam menjadi titik lemah Facebook, tapi sekarang dapat dianggap sebagai aset terkuat.

Ketika Wall Street melihat laporan pendapatan jejaring sosial, penekanan besar diletakkan pada pertumbuhan. Bila tidak banyak pengguna baru yang mendaftarkan diri, harga saham menderita – tanya saja Twitter.

Dengan akuisisi besar – seperti Whatsapp dan Instagram – dan target “semilyar pengguna” untuk negara berkembang, Facebook terus tumbuh pada tingkat yang memuaskan bagi pemegang saham.

Bagaimana seterusnya? Minggu lalu saya mengunjungi markas Facebook yang baru di London. Waktu itu saat makan siang, dan saya melihat beberapa karyawan menghabiskan waktu istirahat mereka sibuk dengan Oculus Rift, perangkat virtual-reality yang dibeli oleh Facebook tahun lalu. Alat tersebut diharapkan untuk diluncurkan tahun ini. Mark Zuckerberg telah mengubah cara dunia berinteraksi. Dapatkah ia melakukannya lagi?

    Related posts