Senin, 23 Mei 22

Farouq, Penyandang Disabilitas yang Diterima di UGM

Farouq, Penyandang Disabilitas yang Diterima di UGM
* Mas Farouq Uz Zaman Al Qodry. (Foto: Humas UGM)

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Cacat fisik bukan penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Banyak penyandang disabilitas yang berprestasi di sejumlah bidang berkat kerja keras.

Salah seorang di antaranya adalah Mas Farouq Uz Zaman Al Qodry. Bagi pemuda berusia 18 tahun ini  keterbatasan fisik bukanlah menjadi penghalang untuk meraih asa dan menggapai pendidikan setinggi-tingginya. Farouq merupakan penyandang tunadaksa yang berhasil membuktikan hal tersebut. Dia diterima masuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, di Prodi Kesehatan Hewan Sekolah Vokasi (SV) pada tahun ajaran 2018-2019 ini.

Sosok pria kelahiran Surabaya 1 Januari 2000 silam ini sepintas terlihat seperti remaja pada umumnya. Memiliki fisik layaknya orang normal dengan anggota tubuh lengkap. Namun, sebenarnya kaki kirinya merupakan kaki palsu yang telah dipasang sejak enam tahun silam.

“Saat kelas enam SD saya main bola dan mengalami patah tulang kaki kiri dan pada bekas operasi tumbuh tumor ganas, sehingga harus diamputasi,” tutur Farouq usai mengikuti upacara pembukaan mahasiswa baru UGM 2018 di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM seperti dikutip Obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin (6/8).

Untuk mendukung aktivitas sehari-harinya, anak ketiga dari dari empat bersaudara pasangan Mas Abdul Aziz Muslim dan Luthiyah ini menggunakan kruk guna menopang berat tubuhnya.

Meskipun tubuhnya tidak sempurna lagi, semangat Farouq untuk mengenyam pendidikan yang tinggi terus membara di dadanya. Dia bertekad untuk terus berjuang di tengah keterbatasan fisiknya agar bisa mandiri dan berhasil di masa depan.

“Berkat dorongan semua pihak, terutama keluarga saya bisa seperti ini hingga saat ini,” ujar alumnus SMA 15 Surabaya ini.

Dengan kondisi fisik yang tidak lagi sempurna Farouq tidak pernah berhenti untuk mengejar cita-citanya. Dia merasa bahagia ketika dinyatakan diterima masuk UGM lewat jalur seleksi berdasar hasil nilai tes UTUL UGM.

Farouq  berharap nantinya bisa mengikuti jalannya perkuliahan dengan lancar serta lulus tepat waktu. Mimpinya ke depan adalah bisa bekerja di lembaga penelitian di bidang kesehatan hewan dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. (arh)

 

Baca juga:

Berusia 15 Tahun, Wijaya Mahasiswa Termuda UGM

Upaya Bangun Ekosistem Pembelajaran yang Inovatif di UGM

Puluhan Peneliti Ikuti Pelatihan Teknik Sitogenetika di UGM

Survei UGM: Bea Cukai Berhasil Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Tahir Foundation Serahkan Gedung Pascasarjana FKKMK UGM

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.