Senin, 20 September 21

Fantastis! Ribuan Pelajar Semarakkan Dugderan

Fantastis! Ribuan Pelajar Semarakkan Dugderan

Semarang, Obsessionnews – Ribuan siswa se-Kota Semarang mengikuti rangka karnaval Dugderan 2015 untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah. Sebanyak 16.000 anak dari tingkat dasar hingga SMA memadati lapangan Simpang Lima sambil mengusung umbul kembang Manggar, Senin (15/6/2015).

Pantauan obsessionnews.com, para pelajar berhasil menyulap kawasan tengah kota menjadi taman bunga Manggar. Iringan peserta tak lupa membawa replika Warak Ngendhog raksasa sebagai ikon khas Kota Semarang.

Dugderan2

Tak hanya itu, mereka juga unjuk kebolehan dengan menampilkan drumband dan tari-tarian. Peserta kemudian membuat barisan dan berjalan kaki menuju kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Acara akbar tersebut dibuka secara simbolis oleh Ayu Entys selaku Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Semarang dengan melepas balon ke angkasa.

Dalam sambutan, ia mengatakan Dugderan adalah wujud rasa syukur menjelang datangnya bulan penuh berkah. “Dugderan tidak hanya sekedar ungkapan rasa syukur masyarakat, namun juga menjadi budaya khas Kota Semarang,” tutur Ayu.

Dugderan3

Menurutnya kegiatan ini patut dilestarikan karena mengandung nilai-nilai sejarah dan budaya yang wajib diteruskan kepada generasi muda. “Sejak anak-anak sudah ditanamkan cinta budaya. Dan pastinya mereka menyukai budaya lokal. Diharapkan ada suatu rasa kebersamaan, persaudaraan dan rasa kecintaan terhadap budaya daerah,” terangnya penuh senyum.

Kirab budaya Dugderan memang telah menjadi tradisi dan selalu digelar sejak jaman Bupati Aryo Purbaningrat pada tahun 1891. Dugderan sendiri berarti “bedug” dan “der” yang berasal dari suara meriam atau petasan.

Dimasa Aryo Purbaningrat, tabuhan bedug dan suara letusan meriam menjado pertanda masuknya tanggal 1 Ramadhan.

Dugderan4

Warga pun antusias mengikuti pagelaran fantastis ini. Salah seorang warga, Decky mengatakan adanya kegiatan Dugderan sangat bagus bagi masyarakat khususnya anak-anak. “Jadi yang muda-muda ini lebih tahu tentang budaya asli kotanya sendiri,” ujarnya.

Decky juga memuji kostum yang dikenakan pada Dugderan kali ini lebih menarik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Acara diisi oleh kirab potensi pangan, korab mobil dengan hiasan Warak Ngendhog yang berisi buah-buahan dan hasil bumi. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.