Sabtu, 21 Mei 22

FAM Indonesia Sebarkan ‘Aishiteru’ Menulis di Kalangan Generasi Muda

FAM Indonesia Sebarkan ‘Aishiteru’ Menulis di Kalangan Generasi Muda
* Para anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia salah satu komunitas penulis yang akhir-akhir ini semakin populer di tanah air. Organisasi ini menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya.

FAM Indonesia memiliki misi membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan.

Komunitas penulis ini berdiri pada 2 Maret 2012 di Pare, Kediri, Jawa Timur (Jatim). FAM Indonesia didirikan oleh Muhammad Subhan, seorang motivator kepenulisan  dan sastrawan, yang berasal  dari Padangpanjang, Sumbar, bersama Aliya Nurlela, seorang novelis, asal Ciamis, Jawa Barat, yang bermukim di Malang, Jatim.

FAM Indonesia memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara, khususnya di sekolah-sekolah dan melebur di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. Sejumlah kota di Tanah Air memiliki cabang kepengurusan, dan pengurus serta anggota sering mengadakan kegiatan-kegiatan literasi, baik seminar, pelatihan, bedah buku, maupun kegiatan-kegiatan sosial lainnya. 

Untuk merangsang minat menulis di kalangan generasi muda, FAM Indonesia rutin menggelar berbagai lomba menulis, baik tingkat lokal maupun nasional. FAM Indonesia juga bermitra dengan berbagai lembaga pendidikan dan mendapat dukungan dari sejumlah media massa untuk mengenal lebih jauh tentang gerakan literasi yang diusungnya.

Interaksi sesama anggota FAM Indonesia memanfaatkan grup Forum Aishiteru Menulis di facebook.

“FAM hanya memberi semangat dan motivasi berkarya. Mudah-mudahan menginspirasi,” kata Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela.

FAM telah menerbitkan sejumlah buku puisi, cerpen, novel, pendidikan, politik, dan lain sebagainya. Beberapa di antaranya yang dirilis tahun 2015 dan cukup  populer adalah kumpulan puisi Sajak-Sajak Dibuang Sayang karya Muhammad Subhan, Singkil dalam Konstelasi Sejarah Aceh yang ditulis Sadri Ondang Jaya, dan kumpulan cerpen berjudul Sepucuk Surat Beku di Jendela buah pena Aliya Nurlela. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.