Rabu, 11 Desember 19

Fakta-fakta Ayah Perkosa Anak Kandung, dari Disuruh Minum Air Sperma sampai Hamil

Fakta-fakta Ayah Perkosa Anak Kandung, dari Disuruh Minum Air Sperma sampai Hamil
* Polisi merilis barang bukti kasus pemerkosaan ayah berinisial JN (39) terhadap anak kandungnya. (Foto: Tribunnews)

Tanggerang, Obsessionnews.com – Polisi telah menangkap pria berinisial JN (39). Warga Kampung Onyam, Sukabakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, itu ditangkap petugas dari Polres Tangerang Selatan  karena telah melakukan tindak pidana pemerkosaan dengan korban anak kandungnya sendiri, NK (16).

JN tega memperkosa putrinya yang masih duduk di bangku SMA secara berulang dalam kurun satu tahun. JN tak bisa menahan nafsunya setelah bercerai dengan istrinya sampai akhirnya ia harus melampiaskan nafsunya kepada sang anak. Berikut fakta-faktnya.

Bercerai

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, kasus tersebut bermula saat JN dan istrinya bercerai dua tahun lalu. Setelah setahun bercerai, JN kemudian melampiaskan nafsunya ke anak kandung.

“Sudah berulang-ulang (memerkosa). Motifnya pelampiasan kebutuhan biologis karena dia (JN) sudah bercerai dari istrinya. Dua tahun bercerai, tapi melakukan satu tahun belakangan,” kata Ferdy di Polres Tangerang Selatan, Senin (28/10/2019).

Ferdy menjelaskan, aksi bejat JN terbongkar saat korban bertemu ibu kandung yang telah berpisah rumah.
Saat itu, sang ibu yang melihat ada perilaku aneh yang terjadi pada putrinya. Curiga terjadi sesuatu, ibu pun meminta anak bercerita dengan jujur.

Setelah dilakukan pendekatan, korban baru mengaku telah diperkosa ayahnya.
Kepada ibunya korban mengungkapkan semuanya bahwa selama satu tahun korban diperkosa oleh ayah kandungnya.

Dari hasil pemeriksaan, JN mengaku melakukan pemerkosaan terhadap korban di kamar tempat tinggalnya. “Melakukan di rumahnya karena pelaku dan korban ini tinggal satu rumah,” tutur Ferdy.

Modus Pemerkosaan

Dalam melakukan perbuatanya, JN berdalih dapat mencegah dan menghilangkan ilmu sihir yang menimpa korban. Salah satu caranya dengan melakukan persetubuhan.

“Modus operandi daripada pelaku dengan cara menyampaikan kalau pelaku bisa menangkal teluh atau santet yang ada di tubuh korban, dengan cara melakukan persetubuhan,” kata Ferdy.

Meminum Air Sperma

Usai melakukan pemerkosaan, pelaku meminta korban untuk menyimpan dan meminum air yang telah dicampur sperma. Saat itu pelaku mengaku cara tersebut dapat mencegah santet atau teluh yang telah dihilangkan untuk kembali ke tubuh korban.

“Inilah yang selalu menjadi alasan dari pelaku untuk melakukan perbuatan persetubuhan kepada putrinya untuk menangkal daripada santet,” tutur Ferdy.

Menurut Ferdy, tak ada ancaman yang dilakukan pelaku terhadap korban selama melakukan aksinya. Namun, saat itu pelaku terus menakut-nakuti hingga membuat korban terpaksa mengikuti petunjuk pelaku dengan cara persetubuhan.

“Ada ketakutan. Keterangan sementara ketakutan dari korban karena ditakut-takuti ada santet sehingga mau mengikuti petunjuk dari bapaknya. Apalagi bapaknya sendiri yang menyampaikan,” tuturnya.

Korban hamil

Perbuatan keji JN membuat korban hamil dengan usia kandungan 26 minggu atau sekitar 7 bulan. Usia kandungan tersebut diketahui setelah korban melakukan visum untuk keperluan penyelidikan polisi.

Kini, pelaku sudah ditahan di Polres Tangerang Selatan. Pelaku dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang persetubuhan terhadap anak dibawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.