Sabtu, 8 Oktober 22

Faisal Basri: RON 88 Biang Keladi Kekisruhan BBM

Faisal Basri: RON 88 Biang Keladi Kekisruhan BBM

Jakarta, Obsessionnews – K‎etua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RKTM) Faisal Basri, menilai biang kerok dari kekisruhan ‎kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dikarenakan pemerintah tidak melaksanakan rekomendasi yang pernah ia sampaikan beberapa waktu lalu terkait penghapusan BBM RON 88 atau jenis bensin premium.

Hal itu disampaikan oleh Faisal, saat audiensi dengan Koalisi Masyarakat Sipil Publish What You Pay Indonesia, di Kantor Tim RKTM Jakarta, Selasa (3/2/2015). Menurutnya, BBM RON 88 juga menjadi penyebab mafia migas akan terus bergentayangan menggerus kekayaan minyak dan gas bumi Indonesia. “Jadi baiknya ya RON 88 itu dihilangkan, itulah bilang keladi dari kekisruhan BBM di Indonesia,” ujarnya.

Faisal menjelaskan, keuntungan mafia migas didapatkan dari penjualan RON 88 yang harga pembelinya hanya berselisih Rp 2000 dengan RON 92. Padahal sebenarnya kata dia, RON 88 sudah tidak terjual di pasaran. Karena itu, pemerintah sampai saat ini masih ketergantungan dengan sistem pasar minyak dunia.

“Pertanyaannya kenapa kita enggak bikin RON 88 di dalam negeri? kenapa harus di-blending di luar? RON 88 juga tidak ada di pasaran dunia. 70 persennya diimpor, itu yang saya enggak habis pikir,” ujarnya.

Pria yang dikenal sebagai ekonom ini, menuturkan untuk menghapuskan RON 88‎, Pertamina harus meningkatkan kapasitas produksi RON 92 dengan cara memperbarui kilang-kilang minyak. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih lima bulan. Namun, pihak perseroan justru menyanggupi pelaksanaan rekomendasi itu dalam jangka waktu dua tahun.

Bahkan kata Faisal, Pertamina malah menyatakan akan menutup sementara kilang-kilang tersebut karena rugi. Dengan begitu dia merasa semakin pesimis rekomendasinya bisa dijalankan. “Pemerintah menerima rekomendasi kita tapi kasih waktu ke Pertamina dua tahun. Makanya sekarang kita dorong pemerintah dorong Pertamina menjadi lebih sehat dan lebih cepat dari dua tahun,” terangnya.

Faisal berharap bisa mengartikan rekomendasinya secara positif. Menurutnya, BBM komoditas saat ini telah memberikan dampak besar kepada masyarakat lantaran teta kelola penyaluranya tidak bisa transparan. ‎Baginya, tidak ada cara lain, kecuali mendorong pemerintah agar segera menghapus RON 88. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.