Kamis, 7 Juli 22

Fahri Tantang Santri Lomba Musabaqoh

Fahri Tantang Santri Lomba Musabaqoh

Jakarta – Pernyataan Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar yang mengancam akan mengerahkan seluruh Santri di Indonesia untuk mengepung Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtra (PKS) di Jalan Simantupang Jakarta.

Hal tersebut ditanggapi oleh, Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah dengan tanggapan menantang para santri tersebut untuk berlomba musabaqoh saja ketimbang mengepung kantor PKS. “Saya juga santri, mau lomba musabaqoh sama saya boleh,” ujar Fahri di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurut Fahri, Marwan tidak usah desak dirinya untuk meminta maaf 1×24 jam di hadapan media atas pernyataannya yang di twiter, beberapa waktu lalu diduga menghina Capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi). “Marwan Jafar ini kan kawan kita juga, saya mau ngomong ke dia bahwa saya pernah nelpon dia, waktu dia berurusan dengan kader KAMMI, udahlah kalau soal-soal itu pemain gituan kita pemain semua,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Fahri, Marwan Jafar tidak usah bawa-bawa ini, katakan kritik ini kalau 140 kata di twitter ini dianggap masalah. “Pertama-tama kita harus klarifikasi jangan-jangan ini akan masalah dan itu yang akan kita bicara ke Bawaslu, ini kan twitter ya ini ada jutaan orang, kandidat kami Prabowo di ganti gambarnya Hitler segala macam oleh akun resmi, diem aja kita,”katanya.

Dia juga mengatakan, kita semua harus  menghargai sosial media dan Jokowi juga yang bilang industri kreatif. “Tapi 140 karakter kalimat saya mau dibawa kemana-mana ini kan udah keterlaluan. Jangan berlebihan gitu,”pungkas Fahri.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Marwan Jafar mengancam akan mengerahkan seluruh Santri di Indonesia untuk mengepung Kantor DPP PKS di Jalan Simantupang Jakarta, jika  Sekjen Partai PKS Fahri Hamzah tidak mau meminta maaf atas kicauanya di Twitter yang menghina Jokowi. “Saya tegaskan, kalau memang dia bersikap keras, tidak mau minta maaf, kita akan memobilisasi Santri seluruh Indonesia untuk mengepung kantor PKS, dan tempat-tempat pemenangan Prabowo-Hatta di sana,” ujar Marwan Jafar, Rabu (2/6).

Serang Ide Jokowi, Bukan Santrinya
Fahri Hamzah mengatakan, tidak pernah menyinggung atau menyerang santri dalam akun twitternya. Fahri mengatakan, yang dimaksud `sinting` itu adalah janji-janji Capres Jokowi. “Kalau ada menyebut gile atau sinting, itu penutup-penutup bahasa informal. Kalau lihat potongan-potongan bahasanya kita masuk dalam isu Jokowi,” Politisi PKS ini.

Menurut Fahri, dalam pernyataannya di twitter, tak sama sekali menyinggung soal santri maupun Nahdlatul Ulama (NU). Sebab yang dia singgung adalah soal janji Jokowi yang akan menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri. “Ini tidak ada hubungannya tentang santri dan satu Muharam tapi ini soal janji Jokowi yang sudah banyak,” tegasnya.

Fahri menjelaskan, tanpa Jokowi merubah 1 Muharam sebagai hari santri, pemerintah sudah menetapkan itu sebagai hari libur nasional. Namun, jika itu akan diubah lagi, tentu sangat riskan dan nantinya akan menuai kontroversi dikalangan umat beragama, khususnya Islam.

“Ini soal ide dan janji-janji dia, bukan menyerang pribadi-pribadi orang. Mana dari pribadi Jokowi dalam twitter itu yang saya serang. Sekarang tentu banyak orang yang menggunakan ini untuk berpolitik,” paparnya.

Tuduhan penghinaan Fahri dituliskan dalam akun twitternya. Tweet Fahri pada 27 Juni 2014 yakni: “Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!” (Pur)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.