Kamis, 26 Mei 22

Fahri Hamzah: Tak Berkuasa Prabowo Bingung Cari Dana

Fahri Hamzah: Tak Berkuasa Prabowo Bingung Cari Dana
* Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Jakarta, Obsesionnews – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sadar, bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sampai akhirnya ia kebingungan. Hingga akhirnya harus menggalang dana secara massal dari publik. Fahri melihat itu sebagai tindakan yang wajar lantaran mahalnya biaya politik di Indonesia. Ia bahkan mengapresiasi langkah mantan Pangkostrad itu yang melibatkan masyarakat dalam pembiayaan politik.

“Karena pilpres ini begitu mahal tapi ditanggung oleh satu orang. Dan itulah Prabowo Subianto hari ini. Prabowo itu bingung karena dia enggak berkuasa. Saya mendengar malah bisnis-bisnisnya pun seperti dihambat,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

“Akhirnya enggak punya uang, begitu mau maju lagi dari mana sumbernya? Enggak ada pembiayaan. Sementara orang bilang satu kandidat perlu Rp 5 triliun. Minimal Rp 3 triliun, ada yang bilang paling minimal Rp 2,5 triliun. Ini dari mana?” lanjut Fahri.

Sementara itu Presiden Joko Widodo selaku capres petahana, kata Fahri, tak akan kesulitan menghimpun dana. Ia mengatakan selaku petahana, Jokowi tentu memiliki akses ekonomi yang lebih luas daripada Prabowo untuk menghimpun dana kampanye.

“Karena dia incumbent, on going project-nya banyak. Bayangkan ini proyek bikin jalan tol dimana-mana. Ini kan pelabuhan, airport, segala macem. Itu kasnya banyak. Orang-orang yang dapat fee itu kan pasti mau nyumbang kepada penguasa,” tutur Fahri.

Apa yang dilakukan Prabowo menurutnya, merupakan gejala minimnya perhatian negara terkait pendanaan partai politik. Ia menilai negara abai terhadap pendanaan partai politik yang masih sangat minim. Padahal, sambung Fahri, hal itu memicu terjadinya korupsi politik lantaran banyaknya pemodal yang mendanai politisi. Dengan demikian, nantinya politisi yang terpilih dituntut untuk mengembalikan bantuan yang diberikan.

“Nah, istilah kembali modal ini apa sih sebenarnya? Itu artinya kan orang itu didorong untuk mencari uang di luar yang wajar itu. Dan itu lah akar dari korupsi politik,” lanjut dia.

Prabowo sebelumnya menggalang donasi untuk mendukung perjuangan politiknya dan Gerindra. Penggalangan dana ini ia umumkan lewat akun Facebook resminya, Kamis (21/6/2018) malam. Prabowo mengatakan, proses demokrasi berbiaya tinggi di Indonesia menyebabkan banyak calon potensial justru kalah dukungan dari calon lain yang memiliki dana besar. Oleh karena itu, Partai Gerindra membutuhkan dukungan dan donasi dari masyarakat pendukungnya.

“Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung, dari pendukung-pendukung saya, dan pendukung-pendukung Gerindra. Saya namakan @GalangPerjuangan,” kata Prabowo. Donasi terus mengalir melalui gerakan Galang Perjuangan yang digagas Prabowo. Jumlah donasi ini dilaporkan secara berkala lewat saluran “Galang Perjuangan” di aplikasi telegram. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.