Rabu, 30 September 20

Fahri Hamzah Disebut Terima Uang, KPK Bisa Buka Penyelidikan Baru

Fahri Hamzah Disebut Terima Uang, KPK Bisa Buka Penyelidikan Baru

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan akan membuka penyelidikan baru guna menindaklanjuti informasi terkait penerimaan uang sebesar US$ 25.000 oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

“KPK bisa membuka penyelidikan baru terkait keterangan yang tidak terkait dengan terdakwa, karena keterangan ini disampaikan di depan persidangan,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Selasa (19/8/2014).

Keterangan Yulianis tersebut kata Johan, sudah di bawah sumpah. Oleh karenanya hal ini akan dapat didalami KPK, tentunya dengan didukung oleh bukti-bukti. “Apakah keterangan tersebut didukung oleh bukti-bukti yang kemudian bisa disimpulkan benar,” papar Johan.

Sementara itu, melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, politikus PKS itu memberikan klarifikasi mengenai tudingan tersebut. Fahri membantah tudingan Yulianis menerima uang US$25 ribu. Walaupun ia mengaku belum mengetahui persis tudingan Yulianis tersebut.

“Saya belum tahu persisnya seperti apa beritanya. Dan saya tidak merasa punya hubungan apapun dengan Yulianis dan Nazar. Apalagi soal uang,” tulis Fahri.

Ia berdalih tidak mempunyai hubungan khusus baik dengan Yulianis maupun Nazaruddin. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi dirinya menerima sejumlah uang yang dituduhkan Yulianis.

Bahkan, dia mempersilahkan, Nazaruddin beserta Yulianis untuk mengklarifikasi kehadirannya di Kantor PT Permai yang beraviliasi dengan PT Anugrah. “Saya tidak pernah ke sana. Tidak tahu di mana dan tidak pernah terdengar selama ini saya berurusan dengan mereka,” sambung Fahri.

Nama Fahri terungkap sebagai salah satu penerima uang ketika Yulianis bersaksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum dalam sidang kasus dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin 18 Agustus 2014.

Yulianis yang merupakan mantan Direktur Keuangan Permai Grup menceritakan awal mula pemberian uang kepada politikus PKS itu. Saat itu, Yulianis dipanggil Nazaruddin ke lantai 7 Gedung Wisma Permai di Mampang, Jakarta Selatan. Yulianis disuruh membawa uang US$ 25 ribu.

“Kejadiannya waktu itu, saya dipanggil pak Nazar ke lantai 7 di Tower Permai. Saya disuruh bawa uang 25 ribu dolar AS. Setelah sampai di atas ada Pak Fahri Hamzah. Dulu saya tidak tahu dia siapa. Tapi setelah melihat di TV, saya tahu itu pak Fahri yang dari PKS,” ungkap Yulianis.

Yulianis pun langsung memberi amplop berisi uang itu kepada Fahri. Walaupun pemberian itu, kata dia, tidak langsung ke tangan Fahri, melainkan ditaruh di meja yang berada di depannya. “Terus Pak Fahri cuma senyum aja. Katanya Pak Nazar udah sini saya yang tandatangan. Sama Pak Nazar ditandatangan, tapi cuma dicoret-coret aja,” katanya. (Has)

 

Related posts