Selasa, 6 Desember 22

Fahira Idris: Evaluasi Total Pelayanan Kesehatan di Papua

Fahira Idris: Evaluasi Total Pelayanan Kesehatan di Papua
* Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. (Foto: blog fahiraidris.id)

Timika, Obsessionnews.com –  Nyawa puluhan balita melayang akibat gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengingatkan pemerintah pusat dan semua level pemerintahan di Papua untuk menjadikan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat dan Pegunungan Bintang untuk mengevaluasi total program dan pelayanan kesehatan di Papua agar hal serupa tidak terulang kembali. Apapun tantangannya, pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak dasar rakyat yang harus dipenuhi negara.

“Kami sangat berharap KLB gizi buruk dan campak yang terjadi di Asmat dan Pegunungan Bintang ini jadi yang terakhir di Papua. Seberat apapun akses, seminim apapun infrastruktur baik fisik maupun fasilitas dan tenaga kesehatan harus segera dicarikan solusinya karena ini menyangkut nyawa anak bangsa,” tutur Ketua Komite III DPD yang membidangi persoalan kesehatan dan perlindungan anak Fahira Idris di Kabupaten Timika, Papua (28/1/2018) dalam keterangan tertulisnya.

Fahira bersama para anggota DPD lainnya berada di Papua untuk menyerahkan bantuan DPD untuk para korban KLB gizi buruk dan campak kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Asmat. Hadir juga senator asal Papua Pdt. Charles Simare-mare

Fahira mengungkapkan, strategi pembangunan Presiden Jokowi yang membangun Indonesia dari pinggiran, untuk daerah-daerah tertentu di Papua harus drubah fokus kepada pembangunan infrastruktur kesehatan (fasilitas kesehatan dan infrastruktur sanitasi) dan pertanian, termasuk pembangunan sumber daya manusia di kedua bidang tersebut.

“Jadi membangun infrastruktur untuk membuka akses baik itu darat, laut, maupun udara yang dikhususkan untuk mempermudah warga mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Artinya walaupun daerah tersebut potensi ekonomi tidak tinggi, infrastruktur harus tetap dibangun agar pelayanan kesehatan dan pendidikan mudah diakses warga,” kata Fahira.

Selain itu, lanjut senator asal DKI Jakarta ini, memastikan petugas kesehatan ada dan hadir melayani menjadi sebuah keniscayaan.

Menurutnya, untuk gizi buruk pemerintah harus memformusikan solusi agar infrastruktur pertanian di daerah ini dipenuhi untuk mempermudah warga berladang dan menghasilkan pangan yang bergizi.

“Seperti yang kita ketahui hampir semua kabupaten di Papua, termasuk Asmat, mempunyai potensi sagu dan ikan yang luar biasa,” ujarnya.

Hutan-hutan di Papua menghasilkan sagu. Belum lagi sungai-sungainya yang kaya ikan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

“Tinggal bagaimana pemerintah baik yang di pusat maupun daerah memastikan warga berdaya mengelola potensi-potensi alam yang dapat menjadi sumber pangan yang bergizi ini,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.