Sabtu, 25 September 21

Fadli Zon Janji Upayakan Pembebasan Sekjen FUI Al Khaththath

Fadli Zon Janji Upayakan Pembebasan Sekjen FUI Al Khaththath
* Fadli Zon berjanji akan bantu para ulama untuk bebaskan Al Khaththath.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima perwakilan para ulama dari berbagai Ormas Islam di Gedung Nusantara III Kompleks DPR/MPR, Senin, (17/4/2017). Mereka hendak menyampaikan aspirasi, meminta kepada pimpinan DPR untuk mendesak pemerintah membebaskan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath.

Setelah mendengarkan penjelasan dari ulama tentang kondisi penegakan hukum di Indonesia dan dugaan diskriminasi pemerintah atau aparat terhadap para ulama, Fadli pun berjanji akan menindaklanjuti aspirasi ulama yang meminta agar Al Khaththath segera dibebaskan dengan berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo. ‎

“Saya menerima aspirasi yang telah disampaikan oleh Bapak-Bapak, tentu nanti akan kita sampaikan tuntutan para ulama agar ustadz Al Khaththath dibebaskan, dan segera ditindaklanjuti lagi oleh Komisi III DPR,” kata Fadli kepada para ulama.

Fadli mengatakan, DPR sudah menerima rekomendasi dari Komnas HAM yang meminta agar penahanan Al Khaththath ditangguhkan. Surat tersebut, kata Fadli, bisa dijadikan acuan bagi DPR untuk memperkuat penangguhan penahanan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menuturkan, upaya pembebasan ‎Al Khaththath sudah disampaikan oleh pimpinan DPR kepada pemerintah. Namun, kurang direspons. DPR meminta itu karena yakin tuduhan polisi terhadap Al Khaththath ‎tentang dugaan makar tidak benar.

“Saya kira ini memang kurang wajar. Soal ini saya sudah sampaikan kepada Kapolri tentang pasal-pasal makar. Yang mereka gunakan hanya untuk kepentingan politik jangka pendek, padahal tidak ada buktinya,” jelasnya.

Fadli menilai, penegakan hukum setelah reformasi paling buruk ada di zaman pemerintahan Jokowi. Mereka menggunakan kekuasaannya untuk menghabisi orang-orang Islam, terutama para ulama. Tidak ada kesempatan yang diberikan kepada pemerintah untuk mengklarifikasi yang ada, tangkap, lalu ditahan.

“Saya katakan penegakan hukum di era Jokowi ini paling buruk sepanjang reformasi,” jelasnya.

Tidak hanya berkirim surat, Fadli dan anggota DPR khususnya Komisi III berencana mendatangi Mako Brimob, Depok, Jawa Barat untuk menjenguk Al Khaththath yang kabarnya diberlakukan tidak wajar. Para ulama dan teman-temanya tidak dibolehkan untuk bertemu dengannya.

“Secepatnya kita akan berkirim surat melakukan sidak untuk mendatangi Mako Brimob Depok, kita ingin tahu kondisi di sana. Ini bagian dari tugas kami dalam hal pengawasan,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisjam yang ikut dalam pertemuan tersebut membenarkan, bahwa polisi memberlakukan aturan yang ketat terhadap ‎Al Khaththath. Ia bersama para ulama beberapa kali ke Mako Brimob untuk berkunjung, tapi tidak dizinkan.

“Kita merasa dihalangi oleh polisi, karena beberapa kali kita mendatangi Mako Brimob untuk berkunjung, tapi tidak dizinkan,” katanya.

Usamah sangat yakin tuduhan polisi terhadap ‎Al Khaththath soal makar tidak benar dan tidak memiliki bukti. Menurutnya tidak agenda ‎Al Khaththath menunggangi aksi 313 untuk menggulingkan pemerintah. Yang ada, kata dia, meminta kepada pemerintah untuk mencopot Ahok sebagai Gubernur DKI karena status terdakwa.

“Peristiwa 313 memang dirancang oleh kami untuk melakukan desakan gugatan kita agar terpenuhi, yakni mencopot Ahok sebagai gubernur.‎ Masak rapat ulama dibilang makar. Ini tuduhan yang tidak logis. Saya tahu itu,” jelasnya.

Usamah menjelaskan, Parmusi menjadi salah satu ormas Islam yang konsisten meminta Ahok ditahan. Usaha itu dilakukan Parmusi dengan berkirim surat kepada Presiden. Selain itu, Parmusi juga sudah mengajukan gugatan ke PTUN menuntut agar Ahok dicopot sebagai gubernur karena sudah berstatus terdakwa.

“Aksi itu dalam rangka mendesak kepada pemerintah agar gugatan dan permohonan kita untuk memberhentikan Ahok dipenuhi. Ini harus dipahami bersama tidak ada makar, karena kita sudah menyampaikan secara terbuka ada suratnya,” jelas Usamah.

Usamah juga menyesalkan sikap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan yang sudah berjanji akan membebaskan ‎Al Khaththath‎ usai Aksi 313. Namun, hal itu tidak dilakukan. “Saya sudah pernah berbicara sama Kapolda, Pak Iriawan bilang kalau Aksi 313 dibubarkan jam 5 sore, besok paginya Al Khaththath‎‎ akan dibebaskan. Tapi kenyataan tidak, bahkan sampai sekarang,” tandasnya.

Untuk itu, Usamah bersama para ulama yang lain meminta kepada pimpinan DPR untuk segera mengambil sikap dengan mengirimkan surat kepada Presiden meminta penangguhan penahanan terhadap ‎Al Khaththath.‎

“Ini harus clear ada kejahatan negara terhadap ulama,” pungkasnya. (Albar)


Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.