Minggu, 26 September 21

Fadli Zon Bantah Pidanakan Aktivis Anti Korupsi

Fadli Zon Bantah Pidanakan Aktivis Anti Korupsi

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon membantah, dirinya telah mempidanakan aktivis anti korupsi, Ronny Maryanto yang pernah melaporkan Fadli ke Panwaslu Semarang pada Pilpres 2014, lantaran Fadli disebut telah membagi-bagikan uang kepada masyarakat agar memilih Prabowo Subianto.

Menurut Fadli, dirinya hanya merasa tidak terima telah dituding menyebarkan uang ke masyarakat seperti yang dikatakan oleh Ronny. Karena tidak terima dan merasa nama baiknya tercoreng, Fadli akhirnya melaporkan balik Ronny ke Bareskrim Polri.

“Tidak benar jika dikatakan saya berusaha memidanakan seorang aktivis antikorupsi. Yang benar adalah saya mengadukan seseorang yang saya anggap telah merugikan nama baik saya,” kilah Fadli dalam keterangan tertulisnya, ‎Jumat (6/11/2015).

Fadli menganggap pemberian aktivis anti korupsi yang melekat pada Ronny juga dianggap berlebihan. Sebab, ia sendiri mengaku pernah dipercaya memimpin gerakan anti korupsi. Namun, Fadli tidak pernah menyebut dirinya sebagai aktivis anti korupsi.

‎”Ketika masyarakat dunia memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin gerakan antikorupsi melalui Global Organizations of Parliamentarians Againts Corruption (GOPAC), saya pun tidak merasa perlu untuk menggembor-gemborkan hal itu,” kilahnya pula.

Terlebih politisi Partai Golkar ini menyatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Panwaslu Semarang. Ternyata apa yang dituduhkan Ronny terhadap dirinya tidak terbukti. Ini menadankan bahwa ‎bahwa tujuan Ronny hanya ingin mencemarkan nama baik dirinya.

Bukan hanya tidak benar, banyak orang pada waktu itu justru menduga tuduhan tersebut sengaja dilontarkan yang bersangkutan untuk tujuan mendiskreditkan capres-cawapres Prabowo-Hatta,” ‎terangnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.