Minggu, 25 September 22

Fadli Zon: Agama Tidak Bisa Dipisahkan Politik

Fadli Zon: Agama Tidak Bisa Dipisahkan Politik
* Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fadli Zon mengatakan, agama di Indonesia sudah tumbuh berkembang sejak zaman dahulu. Agama selalu hadir sebagai realitas sosial yang tidak pernah bisa dipisahkan dari persoalan politik. ‎

Menurut Fadli Zon, agama yang mengandung nilai-nilai moral dam etika selalu menopang perilaku hidup masyarakat ‎baik dalam segi ekonomi, politik, hukum, budaya dan pendidikan. Karena itu, bagi Fadli sulit untuk memisahkan persoalan agama dengan persoalan politik. ‎

“Indonesia bukanlah negara agama, tapi itu bukan berarti agama harus terpisah dari kehidupan politik. Hukum agama diakui dalam sistem hukum kita seperti hukum perkawinan, warisan, dan seterusnya,” tegas Fadli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/3/2017).

Fadli menyebut, Bung Hatta pada 1973 yang sangat kuat mengingatkan Presiden Suharto agar RUU Perkawinan disesuaikan dengan aspirasi umat Islam. Kemudian Bung Hatta juga pernah menyatakan bahwa bagi Muslim berjuang membela tanah air bukanlah suatu pilihan, namun merupakan tugas hidup.

“Ini menandakan agama melekat dalam masyarakat kita,” katanya. ‎

Karena itu sambung Fadli, dalam Pancasila dan juga pembukaan UUD 1945, semua diawali dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini refleksi bahwa di Indonsia antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan, dan justru merupakan kunci dari kebaikan bersama. Justru pemisahan agama dan politik bisa menimbulkan masalah.

“Apalagi kalau menganggap agama sebagai candu seperti Karl Marx atau racun seperti kata Mao Tse Tung. Agama adalah tuntunan hidup bagi umatnya dan dijamin oleh konstitusi.” tambahnya.

Fadli Zon justru menilai gesekan dalam pemilihan kepala daerah, lebih disebabkan oleh pernyataan satu orang yang sangat provokatif. Problem utamanya terletak pada  ketidakmampuan satu orang mengendalikan ucapannya di depan publik. Sehingga melewati koridor yang sangat sensitif.

Artinya, gerakan umat beragama yang kerap disebut politis tidak bisa disalahkan begitu saja. Pernyataan Fadli ini sebagai bentuk tanggap atas pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta tidak mencampuradukan persoalan politik dengan agama. ‎

“Di situlah akar utamanya. Jika saja tidak ada pernyataan Saudara Basuki Tjahja Purnama yang menyinggung kelompok Islam, gesekan masyarakat juga tidak akan eskalatif seperti saat ini,” ucap dia.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.