Jumat, 17 September 21

Fadli: Pemerintah Jokowi Kaya Warung Kopi

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai kondisi di lingkaran Istana sudah tidak kondusif, sistem dan cara kerjanya se‎makin berantakan. Menyusul dengan adanya pernyataan dari Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki yang sudah terlalu jauh berbicara soal isu reshuffle atau perombakan kabinet.

Menurut Fadli, isu mengenai reshuffle sudah semakin melebar, dan Presiden Joko Widodo dianggap tidak mampu mengontrol anak buahnya untuk bersikap dan bertutur sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Sehingga, seolah-olah semua berhak berbicara tentang reshuffle.

“Teten Masduki itu siapa? Saya bingung, dia sekretaris negara bukan, kenapa terlalu jauh ngomong soal pembenaran reshuffle,” tanya Fadli heran di Gedung DPR, Selasa (7/7/2015).

Politisi Partai Gerindra ini, menganggap pantas jika ‎Pemerintahan Jokowi saat ini sangat amburadul bila dibandingkan pemerintahan kemarin. Sebab, ‎tidak ada komando yang jelas dari Presiden untuk menertibkan anak buahnya.

“Pemerintahan Jokowi Ini kalau penilaian saya sudah kayak ‘Warung Kopi’. Nggak jelas, siapa yang berkuasa, siapa yang menjabat, siapa yang bicara, sudah kayak pasar,” sindir Fadli yang juga Waketum P. Gerindra ini.

Karena itu, dia meminta agar Jokowi sebagai Presiden untuk dapat belajar lagi bagaimana cara memanagement pemerintahan. Yakni mengatur orang-orangnya disekelilingnya agar dapat tahu apa fungsi serta kerjanya.

“Saya pikir presiden harus belajar dulu management pemerintahan, khususnya orang-orang dekat di lingkaran Istana agar tak sembarangan dalam bertindak,” tegasnya.

Seperti diketahui, Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan sinyal kuat untuk merombak kabinet. Namun, belum jelas kapan dan siapa menteri yang akan diganti.

“Sinyalnya kan Presiden sudah cukup jelas. Sinyalnya Presiden perlu melakukan reshuffle dan reshuffle ini dikaitkan dengan upaya untuk memperbaiki kinerja pemerintah,” ujar Teten di Istana Kepresidenan, Senin (6/7/2015). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.