Sabtu, 1 Oktober 22

Fadhlullah, Legislator yang Dekat di Hati Rakyat Aceh (Bagian 1)

Fadhlullah, Legislator yang Dekat di Hati Rakyat Aceh (Bagian 1)
* Anggota DPR RI Fadhlullah.

Jakarta, Obsessionnews.com – Nama besar mantan Panglima Kostrad Letjen TNI (Purn) dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto,  mendapat tempat tersendiri di hati Fadhlullah. Tak sekadar kagum pada Prabowo, Fadhlullah juga mendukung program-program Prabowo yang pro rakyat yang diperjuangkan melalui Gerindra. Dukungan tersebut diwujudkan dengan bergabungnya Fadhlullah ke partai berlambang kepala burung garuda tersebut pada 2013. Saat itu dia dipercaya sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerindra Aceh.

Masuknya Fadhlullah ke Gerindra membuat partai ini di Aceh menjadi semakin berbobot. Sebab, ia adalah tokoh muda yang berpengaruh di Aceh. Fadhlullah pernah menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Pidie pada periode 1999-2004. GAM lahir dikarenakan faktor ekonomi, yang berwujud pada faktor ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan antara pusat dan daerah. Pemerintahan sentralistik Orde Baru menimbulkan kekecewaan berat terutama di kalangan elite Aceh, di mana Aceh menerima 1% dari anggaran pendapatan nasional, padahal Aceh memiliki kontribusi 14% dari produk domestik bruto (PDB) Nasional. Konflik ini berakhir tahun 2005 di meja perundingan di Helsinki, Finlandia, dengan harapan hal ini membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Aceh.

Selain itu putra Aceh kelahiran 19 Juni 1981 ini juga dikenal sebagai pengusaha. Ia Direktur Utama PT Krueng Simpang sejak 2008 hingga sekarang. Fadhlullah aktif sebagai anggota Himpunan Pengusaha Migas Aceh dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Pidie.

Aktivitas lainnya adalah ia pernah menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie sebelum bergabung dengan Gerindra.

Pilihan Fadhulullah yang akrab disapa Dek Fad bergabung dengan Gerindra adalah pilihan yang tepat. Pada Pemilu 2014 ia dipercaya menjadi calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh I. Dapilnya tersebut meliputi 15 daerah, yakni Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, dan Kota Subulussalam.

Melalui perjuangan ekstra keras akhirnya Fadhulullah berhasil melenggang ke Senayan, julukan populer Gedung DPR/MPR yang berlokasi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia dilantik sebagai anggota DPR pada 1 Oktober 2014 untuk periode 2014-2019.

Ia anggota Komisi VI DPR yang membidangi investasi, badan usaha milik negara (BUMN), perindustrian, perdagangan,  koperasi, dan lain-lain.

Dek Fad bersyukur karena obsesinya menjadi wakil rakyat terealisir. Ia bertekad mewujudkan janji-janjinya pada kampanye Pemilu 2014, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Legislator ini dekat di hati rakyat Aceh. Ia rajin mengunjungi konstituennya, terutama pada masa reses. Ia menyerap aspirasi rakyat Aceh, dan berupaya memperjuangkannya di parlemen. (@arif_rhakim) (Bersambung)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.