Minggu, 24 Oktober 21

Fadel Isyaratkan DPR Tolak Pemberian PMN Untuk BUMN

Fadel Isyaratkan DPR Tolak Pemberian PMN Untuk BUMN

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad memberi sinyal untuk menolak pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi sejumlah perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diusulkan oleh pemerintah.

Selain karena adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan sebagian dari perusahaan tersebut belum menyelesaikan masalahnya, sinyal penolakan tersebut juga muncuk karena beberapa perusahaan yang diusulkan dianggap dia sudah cukup mampu serta telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Mandiri misalnya. Dana kita kan terbatas, jadi jangan berikan sangat besar untuk mereka. Yang lain, kami anggap belum cukup untuk disetujui,” kata dia usai konferensi pers di BPK, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Sebagai perusahaan milik publik, lanjut dia, jika Mandiri direstui mendapatkan PMN sejumlah Rp5,6 triliun maka semestinya publik juga harus menyetorkan sekitar Rp3 triliun sampai Rp5 triliun.

Menurutnya, jumlah tersebut mungkin akan memberatkan publik. Karenanya ia memertanyakan kesanggupan mereka untuk membayar.

‎”Mandiri dialokasikan Rp5,6 triliun, dia kan public company, artinya publik harus menyetor lagi Rp3 triliun atau Rp5 triliun lagi, publik mau enggak? Pertanyaannya buat apa? Akuisisi agar lebih besar?” Terang dia.

Lebih lanjut dikatakan, dari pada diberikan kepada perusahaan – perusahaan mapan seperti itu, penyaluran dana PMN sebenarnya akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada perusahaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). (Kukuh Budiman)

Related posts