Senin, 20 September 21

Fachmi Idris, Dedikasi Sang Dokter Aktivis (Bagian 3)

Fachmi Idris, Dedikasi Sang Dokter Aktivis (Bagian 3)

Dunia Menghargai

Kerja keras penuh totalitas, itulah yang ia lakukan bersama seluruh pimpinan dan staf di tahun pertama kepemimpinannya di PT Askes. Inovasi dan kreativitas yang ditopang dengan kerja keras dan cerdas itu pula yang kemudian membuat banyak kemajuan di BPJS Kesehatan, khususnya di bidang pelayanan.

Fachmi Idris (kedua dari kanan).
Fachmi Idris (kedua dari kanan).

Dan, kegesitan BPJS Kesehatan dalam inovasi pelayanan itu tak hanya dirasakan oleh masyarakat, tapi juga diakui dunia. Terbukti, BPJS Kesehatan menerima sertifikat penghargaan dari International Social Security Asscociation – ISSA (Certificate of Merit) untuk 2 (dua) kategori yaitu Certificate of Merit with Special Mention untuk Good Practice: E-DABU – An Online Application for Self-Managed Data, serta Certificate of Merit untuk Good Practice: Implementing the Programme “Rujuk Balik” for Better Access and Better Quality Health Care. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam ISSA Regional Security Forum for Asia and The Pasific di Kota Muscat Oman pada 3 November 2015.

ISSA sebagai asosiasi internasional menyelenggarakan ISSA Good Practice Award setiap tiga tahun sekali di setiap wilayah regionalnya yang terbagi atas beberapa benua. Indonesia menjadi bagian dari regional Asia dan Pasifik. Hasil ISSA Good Practice Award regional Asia dan Pasifik tahun 2015 ini cukup menggembirakan bagi negara Indonesia, khususnya bagi BPJS Kesehatan sebagai salah satu lembaga yang mengelola Jaminan Sosial yang mengikuti kompetisi tersebut, karena telah mengukir prestasi luar biasa dengan dianugerahi Certificate of Merit untuk 2 kategori dengan program unggulan BPJS Kesehatan E-DABU dan Rujuk Balik.

Dalam konteks ISSA, Good Practice didefinisikan sebagai sebuah pengalaman, aktivitas, pengukuran, proses, program, proyek, atau teknologi yang diimplementasikan oleh organisasi jaminan sosial dengan tujuan perbaikan kapasitas administratif dan operasional, dan/atau efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program.

Program E-DABU yang ditulis oleh Duta BPJS Kesehatan Engga Rendragraha Faridestra, mendapat penghargaan Certificate of Merit with Special Mention dan hanya 7 negara yang mendapatkannya, dari Indonesia diberikan kepada BPJS Kesehatan. Program ini diakui menjadi best practice aplikasi online untuk membantu mempercepat pendaftaran peserta badan usaha atau korporasi. BPJS Kesehatan menciptakan E-DABU dengan harapan mempermudah dan mempercepat badan usaha dalam memasukan data pegawai disektor formal yang memiliki kompleksitas data dan beragam.

E-DABU diakses dengan menggunakan internet publik, sehingga pendaftaran peserta baru/mutasi peserta dapat dilakukan ditempat sendiri. Komunikasi data antara Badan Usaha dengan BPJS Kesehatan dilakukan by system. E-DABU dapat mengakomodir unggah data bagi Badan Usaha yang sudah memiliki data excel dan disesuaikan menyesuaikan format 34 kolom, serta terdapat Inquery NIK dan Kartu Keluarga ke Dukcapil untuk mempercepat pengisian form.

Sedangkan Program Rujuk Balik yang ditulis oleh Duta BPJS Kesehatan Tedo Arya dan Tati Haryati Denawati diakui sebagai good practice dalam penerapan pelayanan kesehatan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama atas rekomendasi/rujukan dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis yang merawat.

Manfaat Program Rujuk Balik bagi peserta BPJS Kesehatan adalah meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan, meningkatkan pelayanan kesehatan yang mencakup akses promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, meningkatkan hubungan dokter dengan pasien dalam konteks pelayanan holistik, memudahkan untuk mendapatkan obat yang diperlukan.

Fachmi mengungkapkan prestasi yang diterima merupakan hasil kerja keras dan upaya segenap Duta BPJS Kesehatan, serta akan menjadi momentum motivasi untuk terus berkarya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Penghargaan ini cukup membanggakan, bagi institusi baru seperti BPJS Kesehatan. Dan diharapkan ditahun-tahun mendatang BPJS Kesehatan akan lebih memberikan prestasi yang lebih baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” ujar Fachmi.

Memang, kebanggaan Fachmi terhadap team work yang kuat ini selalu ia banggakan. Bahkan, itu juga yang ia curahkan dalam pengantar buku “35 Kisah yang Menginspirasi di Balik Kelahiran BPJS Kesehatan” yang menampilkan kiprah 35 orang General Manager di BPJS Kesehatan yang terlibat langsung dalam transformasi ini.

Banyak perjuangan yang sangat menantang dari tekanan yang ada. Namun semua ini menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan sehingga diakui oleh seluruh penjuru negeri. Tentu sesuatu yang luar biasa ketika organisasi jaminan kesehatan sosial terbesar di dunia ini lahir hanya dibantu oleh 7 Direksi dan 35 General Manager. “Dari tangan merekalah terlahir usulan regulasi jaminan pelayanan kesehatan, lahir pula kebijakan strategis, dan dari merekalah lahir duta BPJS Kesehatan yang berintegritas dan mempunyai loyalitas tinggi,” bangga Fachmi. Mereka diistilahkan Fachmi sebagai Kesatria dan Pejuang lapangan yang tak pernah menyerah dan tak pernah berhenti. Walaupun tantangan semakin berat namun harapan yang datang juga semakin tinggi. Memang tak semua harapan Duta BPJS Kesehatan dapat terpenuhi namun Fahmi Idris selaku Direktur Utama selalu berusaha untuk bertanggung jawab dan siap mendukung setiap langkah yang diambil. (Sahrudi)

Baca juga:

Fachmi Idris, Dedikasi Sang Dokter Aktivis (Bagian 1)

Fachmi Idris, Dedikasi Sang Dokter Aktivis (Bagian 2)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.