Rabu, 19 Mei 21

Eva Yuliana Sosok Perempuan Tangguh di Komisi lll DPR RI

Eva Yuliana Sosok Perempuan Tangguh di Komisi lll DPR RI
* Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, obsessionnews.comBertahun-tahun mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPR RI, Eva Yuliana memegang prinsip hidup yang begitu dalam. Baginya, khairunnas atausebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagisesama. Itulah sebabnya, dia tidak mau mengukur apaapa saja yang telah dicapai. Baginya kata khairunnasselalu menjadi motivasi dan energi baru.

Perempuan yang membawahi bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), dan keamanan di Komisi lll ini mengatakan, penegakan hukum di Tanah Air terus membaik. Kini hukum tidak lagi hanya dipandang sebagai tindakan yang bertujuan untuk membatasi kemerdekaan seseorang atas tindak kejahatan tertentu yang dilakukan.

“Tapi, lebih sebagai pelayanan dan pendampingan, agar masyarakat bisa teredukasi bahwa sebenarnya kebebasan seseorang dibatasi oleh kepentingan orang lain,” ujar Eva dikutip dari majalah Women’s Obsession, Jumat (23/4/2021).

Di sisi lain, lanjut dia, kelebihan kapasitas yang terjadi di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia selama pandemi juga menjadi sorotan. Berdasar kunjungan kerja terakhir yang dilakukan Eva, salah satu kelebihan kapasitas terjadi di Lapas Aceh, yaitu mencapai 206%. Sebelumnya, daya tampung lapas kurang lebih 4105 orang, kini, total penghuninya mencapai 8472 orang.

Pada kondisi pandemi seperti sekarang, berbagai persoalan harus dihadapi terkait kelebihan kapasitas. Salah satunya adalah prokes yang menjadi sulit dilakukan mengingat ruang yang memang tidak memungkinkan.

Perempuan yang berkecimpung di kursi DPR sejak 1999 ini mengungkapkan, kondisi ini menjadi PR besar bagi Pemerintah. Dalam hal ini, terutama Kementerian Hukum dan HAM untuk mengurai masalah tersebut dan mencari formula penyelesaiannya.

“Sebab, menurut saya, kondisi over kapasitas rentan menimbulkan konflik antarpenghuni di dalam lapas. Apalagi, bila dihadapkan pada kondisi masa pandemi, over kapasitas lapas tentu menjadi persoalan tersendiri. Fenomena dan fakta ini memang menjadi salah satu perhatian khusus dari Komisi III DPR RI. Terutama, yang menjadi salah satu bahasan dan evaluasi mendasar adalah terkait program asimilasi setahun lalu,” ucap Eva.

Mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah V atau yang juga dikenal dengan sebutan Solo Raya, Eva juga begitu perhatian terhadap isu perlindungan terhadap perempuan. Selain terhadap kasus kekerasan dan pendampingan para perempuan yang menjadi objek kekerasan, dia juga turut memperjuangkan hak-hak lainnya.

Salah satunya adalah keterlibatan lebih para perempuan Indonesia untuk menempati posisiposisi strategis dan peran-peran vital dalam sistem pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.

“Salah satu yang bisa saya tunjuk adalah optimalisasi peran Polwan dalam layanan publik Polri. Komisi III DPR RI, terutama saya, sedang mendorong Polri untuk memberi peran lebih kepada anggota Polwan dalam layanan publik. Kasus tertembaknya terduga teroris perempuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, juga menjadi poin pijakan penting untuk juga menempatkan Polwan dalam garda terdepan pengamanan dan pelayanan publik,” ujar ibu dua anak ini.

Untuk itu, di momen peringatan Hari Kartini tahun ini, dia mengajak seluruh perempuan di Tanah Air untuk lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan publik. “Baginya, kita juga harus terus meningkatkan kapasitas dan intensitas diri, agar lebih cakap dan dimampukan menempati posisiposisi strategis, serta peran-peran vital dalam sistem pemerintahan dan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (Indah/WO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.