Jumat, 7 Agustus 20

Esok, BRI Luncurkan Satelit Milik Perbankan Pertama di Dunia

Esok, BRI Luncurkan Satelit Milik Perbankan Pertama di Dunia
* Direktur Utama BRI, Asmawi Syam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) berencana meluncurkan satelit komunikasi yang diberi nama BRIsat, pada Kamis esok (16/6/2016) di UTC Kourou, Frech Guiana, Amerika Selatan, dengan menggunakan roket Ariane 5 milik Arianespace.

Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam meyakini kehadiran BRIsat akan memberikan benefit dan akses yang lebih luas bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam layanan perbankan.

“Tidak sekadar memberikan benefit, BRIsat yang diluncurkan dan mengorbit di slot 150,5 derajat Bujur Timur, 36.000 km di atas Papua adalah untuk UMKM Indonesia,” ujar Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, beberapa waktu lalu.

Menurut Asmawi, BRIsat diharapkan dapat meningkatkan akses perbankan dan memberikan akses layanan yang semakin beragam agar kalangan UMKM dapat menikmati layanan perbankan dengan maksimal.

“Sektor UMKM merupakan motor penggerak dan pilar perekonomian. Di mana lebih dari 99% entitas usaha di Indonesia adalah UMKM dengan kontribusi terhadap pembentuk GDP (gross domestic product) lebih dari 57%. Jika daya saing UMKM meningkat, maka efeknya sangat besar terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.

Sebelumnya BRIsat direncanakan meluncur pada 8 Juni 2016. Satelit tersebut disinyalir menjadi satelit pertama di dunia yang dimiliki sebuah perbankan.

Pembangunan satelit tersebut dilakukan oleh dua perusahaan satelit asal Perancis, yakni perusahaan manufaktur satelit dari AS Space System/Loral dan perusahaan peluncur satelit Arianespace dari Perancis.

Nantinya, BRISat dioperasikan oleh 53 orang terpilih dari 800 tenaga ahli (engineer) yang dimiliki BRI. Orang-orang terpilih tersebut memiliki kualifikasi sebagai master (S2) yang telah mendapatkan pelatihan dari produsen satelit Space System/Loral (SS/L) USA‎ selama 15 bulan. Mereka juga mengikuti semua proses pembuatan satelit, mulai dari rancang bangun sampai peluncuran nanti.

“Mereka sudah belajar, rata-rata mereka belajar di luar di Amerika, Eropa. Mereka rata-rata master ada yang doktor di bidang teknologi‎,” jelas Asmawi. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.