Selasa, 20 Agustus 19

Esemka Ogah Disebut Mobil Nasional

Esemka Ogah Disebut Mobil Nasional
* Mobil pick-up Esemka. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Munculnya mobil Esemka sempat menjadi harapan baru tentang kebangkitan mobil nasional. Sebab, dari segi nama saja mobil ini sudah identik dengan Indonesia. Terlebih di awal pembuatannya, mobil ini dirancang oleh anak-anak SMK, dan menjadi mobil kebanggaan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo.

Seiring berjalannya waktu, kabar mobil Esemka juga turut timbul tenggelam. Banyak pihak yang pesimis Esemka bakal mampu bersaing dengan mobil Eropa dan Asia yang sudah lama menguasai pasar Indonesia. Namun, Esemka ternyata mampu menunjukan eksistensinya.

Pabrik Esemka di Boyolali pun mulai menampakkan aktivitasnya. Terdapat mobil-mobil pick-up berjejer di halaman pabrik. Meski kini sudah banyak memproduksi mobil, dan bersiap bersaing dengam mobil luar, pihak Esemka sendiri menegaskan, Esemka bukan sebagai mobil nasional.

“Kami bukan mobil nasional, kami mobil produksi di Indonesia. Jadi jangan salah persepsi soal mobil nasional kan cukup luas pengertiannya,” ujar Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya di Kantor Kementerian Perindustrianm Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Esemka memang bukan mobil nasional, namun Eddy menyebut Esemka telah menggunakan banyak komponen lokal dalam merakit mobil-mobilnya. “Kita bukan mobil nasional, tapi kita produksi di Indonesia. Pure Indonesia. Kami harapkan kebanggaan kita merah putih itu,” lanjut Eddy.

Menggunakan banyak konten lokal di dalam mobilnya, Esemka pun ogah mendapat keistimewaan khusus dari pemerintah. Seperti halnya pabrikan otomotif yang bermain dalam negeri, Esemka bakal mengikuti regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah.

“Kalau itu kami ikut regulasi aja, kami nggak mau special treatment kita ikutin regulasi normal-normal aja,” ungkapnya.

Diakui Eddy saat ini mobil-mobil Esemka sudah melakoni Uji Tipe di Kementerian Perhubungan. Sebagai mobil perdananya, Esemka bakal merilis pick-up Bima. “Udah, kita sebut Bima. Bima 1.3 L sama 1.2 L beda dari cc-nya sama size bak,” pungkas Eddy. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.