Minggu, 22 Mei 22

Erupsi Gunung Raung, Bandara Bali Kembali Ditutup

Erupsi Gunung Raung, Bandara Bali Kembali Ditutup
* Bandara Bali sempat dibuka pada Sabtu (11/07) tetapi kemudian ditutup kembali Minggu pagi. (BBC)

Denpasar – Bandara Bali kembali ditutup karena abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung, Minggu (12/7), setelah sempat dibuka selama satu hari pada Sabtu lalu.

Penutupan ini menyebabkan banyak wisatawan terdampar di pulau yang menjadi tujuan utama turis domestik ataupun mancanegara, seperti diberitakan AFP.

Gunung Raung yang berada di Jawa Timur kembali mengeluarkan material vulkanik sejak beberapa pekan ini, dan pada Kamis lalu semburan abu vulkaniknya menyebabkan penutupan lima bandara termasuk Bali.

Bandara di Bali sempat dibuka pada Sabtu (11/07) lalu, karena abu vulkanik dianggap tidak menganggu penerbangan. Aktivitas penerbangan sempat normal kembali sejak pukul 12.20 waktu setempat.

Tetapi pada Minggu pagi, aktivitas penerbangan di Bandara Bali kembali dihentikan setelah Kementerian Perhubungan menyatakan arah angin menyebabkan abu vulkanik dari Gunung raung mengarah ke pulau Bali, dan bandara internasional kembali ditutup setidaknya sampai pukul 4:00 sore waktu setempat.

“Kami akan terus memantau perkembangan dan akan memutuskan apakah penutupan akan dilanjutkan atau tidak,” jelas juru bicara Kementerian Perhubungan JA Barata kepada AFP.

Letusan Gunung Raung diperkirakan akan berlangsung lama. (BBC)
Letusan Gunung Raung diperkirakan akan berlangsung lama. (BBC)

Sebelumnya, sekitar 277 penerbangan dibatalkan pada Jumat (10/07) lalu, akibat erupsi Gunung Raung.

Gunung Raung di Jawa Timur masih terus mengeluarkan letusan dan lava pijar. Dalam keterangannya Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebutkan letusan Gunung Raung disebut tipe strombolian, dengan mengeluarkan lava yang cair tipis, tekanan gas yang sedang, material padat, gas, serta cairan.

Letusan tipe ini tidak terlalu kuat, tetapi bersifat terus menerus, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, serta tak dapat diperkirakan kapan berakhir. (BBC Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.