Jumat, 15 November 19

Erdogan ke Trump: Saya Tidak Butuh Amerika

Erdogan ke Trump: Saya Tidak Butuh Amerika
* Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Trabzon, Obsessionnews.com – Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Turki kembali tegang setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenakan sanksi terhadap dua menteri Turki, yaitu Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, karena menolak melepas pastor asal AS, Andrew Brunson.

Diketahui Brunson sedang menjalani proses hukum di Turki dengan tuduhan terlibat kegiatan terorisme. Brunson dituduh terlibat dalam upaya kudeta terhadap Erdogan pada 2016 dengan membantu kelompok pelaku kudeta. Trump lalu menekan Turki dengan menaikkan tarif impor atas produk alumunium dan baja dari negara itu sebanyak masing-masing 20 persen dan 50 persen. Sehingga mata uang Turki melemah.

Tak takut dengan tekanan yang diberikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, pihaknya tidak tidak butuh  Amerika dan negara-negara yang selama ini ada dibalik serangkaian serangan teroris di sejumlah negara.

“Kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang mengorbankan kemitraan dan aliansi strategis negara berpenduduk 81 juta orang dengan memilih hubungan dengan organisasi teroris,” kata Erdogan, saat berbicara di hadapan para pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan di Provinsi Trabzon, yang terletak di timur laut Turki seperti dilansir Anadolu, Minggu (12/8/2018)

“Bukankah negara kita mitra strategis? Ada apa dengan Anda sekarang? Kenapa Anda menghancurkan kemitraan ini,” kata Erdogan kepada Trump dalam pidatonya.

Erdogan meminta Trump untuk bersikap adil sambil mengatakan,”Kami akan bertindak sesuai hukum internasional.” Dia menambahkan tidak ada seseorang pun, negara atau lembaga pemeringkat ekonomi, yang dapat mengancam Turki dan rakyatnya.

Erdogan mengungkapkan, seperti dilansir Reuters, AS memberi tenggat hingga Rabu, 8 Agustus 2018 kepada pemerintah Turki untuk membebaskan pastor Andrew Brunson.

“Erdogan mengatakan Washington mengancam mengenakan sanksi jika Turki menolak membebaskan pastor itu,” begitu dilansir Reuters. Pengadilan di Turki telah mengeluarkan putusan untuk memindahkan Brunson ke tahanan rumah setelah 20 bulan ditahan di penjara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.