Jumat, 30 Oktober 20

Era VUCA Butuh Pemimpin ‘Open Minded’

Jakarta, Obsessionnews.com – Dewasa ini ada istilah baru yang sering lalu lalang di media sosial, yakni VUCA yang merupakan akronim dari V: Volatilitas, U: Uncertainty, C: Complexity, A: Ambiguitas. VUCA merupakan sebuah era di mana terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan yang bisa membuat kekacauan pada satu sistem, jika orang-orang yang menjalankan sistem tersebut tidak berinovasi lebih kreatif. Era VUCA akan menumbangkan orang, badan, kelompok ataupun sistem yang tak siap dengan perubahan yang cepat.

Motivator dan pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian, mengatakan, era VUCA ini perlu dipahami secara baik-baik. Apalagi untuk para pemimpin. Para pemimpin yang memimpin sebuah perusahaan yang di dalamnya terdapat banyak karyawan.

“Pemimpin harus pintar-pintar membaca dan menganalisa perubahan apa yang terjadi dalam perusahaannya. Dan bagaimana ia bisa memenej perusahaannya agar bisa berinovasi dengan ide kreatif untuk keberlangsungan perusahaan,” tutur Ary seperti dikutip Obsessionnews.com dari fanpage Facebooknya, Kamis (6/7/2017)

Menurut Ary, pada era ini tidak dibutuhkan lagi pemimpin-pemimpin yang hanya suka memerintah atau bisa dibilang bossy. Gaya memimpin bossy hanya akan memperkeruh keadaan dan membuat para karyawan yang kebanyakan lahir di era Gen Y dan milenial tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan bossy.

“Perusahaan yang mempunyai banyak karyawan muda akan merasa terbebani dengan gaya kepemimpinan konservatif tersebut. Para karyawan ini menuntut bossnya tidak hanya pintar memerintah, namun juga berpikiran terbuka yang pada akhirnya mengerti apa keluh kesah yang dialami oleh karyawannya,” tandasnya.

Ary mengungkapkan, era VUCA membutuhkan seorang pemimpin yang open minded. Tidak hanya sekadar menyuruh namun membimbing. Tidak asal tunjuk perintah sana-sini, tetapi juga mengerti kendala apa yang terjadi pada karyawannya sehari-hari.

Untuk itu, ujarnya, seorang pemimpin di era VUCA harus mempunyai kemampuan coaching yang baik. Hal ini agar para karyawan tidak merasa disuruh, namun diarahkan untuk bisa bekerja sama dengan baik. Coaching merupakan salah satu bentuk bagian dari usaha pemimpin untuk terus berinovasi dan menyelaraskan diri dengan era serba cepat ini.

“Pemimpin-pemimpin yang mempunyai kemampuan coaching yang baik turut membantu perusahaan dalam menghadapi era VUCA yang keadaannya serba tidak jelas,” tegasnya.

Ary menjelaskan ia dan rekan-rekan di ESQ juga sedang berjuang untuk bisa bertahan di era VUCA. Untuk itu, mereka terus melakukan inovasi, agar tetap bisa membawa nama ESQ bertahan di era perubahan cepat ini.

Beruntung  ESQ mendapat kesempatan untuk mengirimkan 7 orang perwakilannya untuk ikut dalam Development Coaching selama sepekan di Malaysia bersama Dr Shaker Mustafa beberapa waktu lalu. Sebagai langkah awal ESQ untuk berbenah diri menghadapi era VUCA.

Coaching skill ini tentunya akan saya terapkan dalam lingkungan kantor ESQ. Bagaimana membangun sebuah budaya kantor yang lebih baik lagi, yang pada akhirnya akan membuat para karyawannya betah dan nyaman berada di kantor tanpa merasa disuruh-suruh,” katanya.

Dia menambahkan,”Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan Sertifikat IDM International Development Coach yang tidak hanya saya gunakan di lingkungan ESQ saja. Saya berharap ilmu baru yang saya dapatkan mengenai coaching skill ini bisa berguna untuk banyak orang.”

Sebagai pemimpin, Ary menegaskan dirinya pun harus terus berinovasi agar perusahaan yang dipimpinnya saat ini tak tergerus oleh kehadiran VUCA. Untuk itu, dia bersama rekan-rekan ESQ ingin berbagi ilmu yang sudah diperolehnya dalam coaching course di Malaysia tersebut.

“Saya akan meluncurkan ESQ International Coaching Academy di Menara 165,” cetusnya.

Ary berharap ilmu yang diperolehnya selama mengikuti coaching course bisa dibagikan dan bermanfaat bagi umat dan negara.

“ESQ International Coaching Academy adalah sebuah langkah awal bagi Anda agar Anda mempunyai kesiapan menghadapi perubahan di Era VUCA ini,” ujarnya. (@arif_rhakim)

Baca juga:

Bagaimana Bertahan di Era VUCA?

Cara Bertahan di Era VUCA

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.