Sabtu, 21 Mei 22

Enam Rampok Toko Emas Cilacap Dibekuk, Satu Tewas

Enam Rampok Toko Emas Cilacap Dibekuk, Satu Tewas

Semarang, Obsessionnews – Enam pelaku perampokan dua toko emas di Kabupaten Cilacap, yakni toko emas Naga Putri dan toko Adil berhasil diringkus tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah, pada Jumat (8/1/2016) minggu lalu. Saat penangkapan, salah seorang pelaku tewas akibat tertembus timah panas karena melawan petugas.

Keenam pelaku adalah Fajar Wiyoto (33), warga Desa Ketawangrejo, Kabupaten Purworejo, Sujiyanto alias Koplak (30), warga Desa Sumber Jatipohon, Kabupaten Grobogan, Suratno (45), warga Desa Kibang Budi Jaya, Warso Edi Santoso (37), warga Dukuh Klumpit, Kabupaten Blora, Sudarso (45), warga Desa Sumber Jatipohon, Kabupaten Grobogan. Sedangkan pelaku terakhir, Mudakir alias Warso (36), warga Kecamatan Muara Kelinci, Kabupaten Muara Musi Rawas tewas ditempat dalam penggrebekan.

Kapolda Jawa Tengah melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha menjelaskan, perbuatan para tersangka tidak hanya dilakukan di wilayah Jawa Tengah, namun juga di 7 Tempat Kejadian Perkara (TKP) lain yang notabene lintas provinsi, yakni Jawa Timur dan Kalimantan.

“Untuk di Jawa Tengah, diawali di Nusawungu, Kabupaten Cilacap di dua toko emas. Korbannya ada tiga orang, luka tembak. Dari hasil pengembangan, kita bisa ungkap kasus ini,” jelasnya dalam gelar perkara di halaman Direskrimum Polda Jateng, Rabu (13/1/2016).

Adapun para tersangka ditangkap di Kabupaten Blora, tepatnya di Dukuh Klumpit, RT03/RW01 Desa Pelemsengir, Kecamatan Todanan, yang mana rumah pelaku Warso. Ketika ditangkap, kelima pelaku tengah merencanakan perampokan toko emas di wilayah Grobogan. Pelaku Warso pun sempat melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa menembak dan berujung tewasnya pelaku. Sementara satu pelaku lain yakni Sudarso, ditangkap di tempat terpisah di Desa Sumber Jatipohon, Kabupaten Grobogan.

Dari tangan tersangka, petugas menyita sejumlah alat bukti, diantaranya 3 pucuk senjata api jenis Revolver rakitan, 2 pucuk senjata api FN rakitan, 50 butir amunisi, 16 handphone, 2 unit sepeda motor, 4 buah penutup muka, 6 selongsong peluru dan 1 butir proyektil.

“Menurut hasil penyidikan, senjata diperoleh dari Kalimantan. Termasuk pelurunya dipasok dari Kalimantan,” terang dia.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak, serta Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.