Senin, 25 Oktober 21

Enam Kasus HIV Baru Ditemukan Pada Ibu Hamil di Papua

Enam Kasus HIV Baru Ditemukan Pada Ibu Hamil di Papua

Timika, Obsessionnews – Jumlah penderita infeksi virus/sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV-AIDS) bertambah setelah pihak puskesmas Mimika menemukan enam kasus baru. Kasus pertama diketahui pada bulan Februari 2015 berjumlah lima orang dan Maret tahun yang sama satu orang.

Kepala Puskesmas Mimika, Maria Yosinta Rahangiar mengatakan kasus itu terdeteksi melalui hasil pemeriksaan terhadap enam orang ibu hamil. Namun, Maria tidak memberi tahu siapa enam orang dimaksud karena alasan privasi.

“Bukan berarti yang lalu-lalu tidak ada bisa saja lolos karena kami tidak tahu. Mereka takut, jadi kita tidak bisa untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Maria saat ditemui wartawan bersama perwakilan LPMAK, Kamis (19/3/2015).

Sebelumnya pihak puskesmas sulit mendeteksi para penderita HIV, karena pada umumnya penderita jenis penyakit yang mematikan ini takut aibnya diketahui orang lain. Baru setelah adanya program pemerintah yang mengharuskan setiap ibu hamil diperiksa, maka kasus ini baru bisa terungkap lagi.

“Sekarang ini saya sudah ngomong ke bidan-bidan, setiap dapat kasus pegang ibu langsung ikut ke rumah. Ibu pulang sama-sama petugas supaya kita tahu alamat lengkap, kalau tidak akan lolos lagi,” katanya.

Pihak rumah sakit selanjutkan akan melakukan pemantauan. Caranya petugas akan langsung datang ke rumah sekaligus akan memberikan bimbingan supaya virus HIV yang diderita tidak mudah tertular ke orang lain.

“Kita akan berkunjung ke rumahnya, kita akan pantau sampai melahirkan,” tutur dia.

Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika, Papua jumah penderita (HIV-AIDS) di wilayah itu sampai pertengahan 2014 mencapai 3.900 kasus.

Kasus HIV-AIDS di Mimika merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Papua setelah Kabupaten Wamena dengan jumlah 5.000 kasus dan Kabupaten Nabire dengan jumlah 4.000 kasus.

Kasus HIV-AIDS di Mimika pertama kali ditemukan pada 1996 pada dua wanita pekerja seks (WPS) di lokalisasi Kilometer 10 (KM10) Kampung Kadun Jaya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.