Minggu, 29 Januari 23

Empat Syarat Indonesia Bisa Menang di ASEAN

Empat Syarat Indonesia Bisa Menang di ASEAN
Jakarta, Obsessionnews – Di tengah semakin ketatnya persaingan ekonomi di negara-negara ASEAN, Indonesia diharapkan memiliki peran penting untuk memenangkan pertarungan di pasar bebas ASEAN. Sebab jika tidak, Indonesia akan selalu menjadi negara konsumen bukan produsen.

‎Pendiri Komunitas Peduli ASEAN ‎Harico Wibawa Satria mengatakan, setidaknya ada empat syarat utama Indonesia bisa memenangkan pasar bebas Asean. Pertama, pemerataan informasi soal peluang dan ancaman. Kedua, memaksimalkan peluang, perlindungan dan keberpihakan pada UMKM dari pemerintah di pusat dan daerah,

“Serta yang keempat kontrol dan partisipasi dari masyarakat dengan prinsip setiap orang adalah diplomat,” ujar Rico saat menyampaikan materi dalam seminar dengan tema “How ASEAN Economic Community Will Affect the Indonesian Economic,” di Universitas Pancasila, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Di awal presentasinya Rico sempat menanyakan kepada peserta tentang hasil pertemuan 200 Walikota se ASEAN di Makassar pekan lalu. Namun, sayangnya, tidak ada satupun peserta yang menjawab lantaran tidak tahu tentang pertemuan tersebut dan apa isinya.

“ini bukti kalau kita malas mencari tahu tentang ASEAN, atau bisa jadi sosialisasi hasil pertemuan itu lemah, bolehlah kita menduga,” ungkapnya.

‎Rico menuturkan, persoalan utama yang harus diketahui adalah negara-negara ASEAN sudah mengatahui peluang bisnis di Indonesia. Sementara Indonesia sendiri belum tahu peluang bisnis dinegara-negara ASEAN. Sehingga, alhasil Indonesia selalu kalah dalam persaingan ekonomi.

“Mereka paham kita, kita tidak paham mereka, bahkan siapa Dubes-Dubes kita di ASEAN pun banyak yang tidak tahu, bagaimana bertarung dengan lawan bersenjata lengkap sedangkan mata kita tertutup,” jelasnya.

Menurut Hariqo, mahasiswa harus didorong untuk terus meneliti tentang negara-negara ASEAN, bila perlu lebih disempitkan lagi pada kota-kota di negara-negara ASEAN. “Thailand paham kita negara kita mayoritas muslim, makanya dia produksi busana muslim dengan disain dan warna yang pas,” tuturnya.

“Vietnam paham orang Indonesia suka ngopi dan teh, makanya produksi kopi dan teh di Vietnam tinggi sekali. Sekarang banyak warung kopi jual kopi Vietnam. Sepanjang 2014, Teh dan kopi di Indonesia paling besar dipasok dari Vietnam, silahkan cek data BPS,” sambungnya.

Sementara itu, Karisa, Presiden Pancasila English Meeting menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan agar mahasiswa tidak sekedar paham tentang pasar bebas ASEAN, tetapi juga tahu apa yang bisa dilakukan untuk membantu Indonesia bisa menang di Pasar Bebas ASEAN.

Seminar ini berlangsung hingga 16 September dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Tenaga Kerja, Yayasan Diaspora dan narasumber lainnya dari perwakilan dunia kreatif Indonesia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.