Sabtu, 4 Desember 21

Empat Hari Terapung di Laut, 3 ABK Diselamatkan

Empat Hari Terapung di Laut, 3 ABK Diselamatkan
* Juni (50) nahkoda kapal KM Maulana V saat dievakuasi dari Kapal RIB PMS menuju ke ambulance di dermaga Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya, Senin (27/4/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Kapal cargo MV Weserwolf selamatkan tiga orang anak buah kapal (ABK) KM Maulana V yang terapung-apung di perairan Laut Jawa.  Kapal nelayan penangkap ikan tersebut karam akibat terhempas tinggi gelombang laut.

Sedikitnya 15 orang ABK terombang ambing di lautan sejak Jumat (23/4) sore. Tiga ABK tersebut, yakni Juni (50) warga Muara Baru, Raya Penjaringan, Jakarta Utara, Suprapto (23) dan Baim (22)  warga Tegal, Jawa Tengah.

Mereka berhasil diselamatkan oleh MV Weserwolf dengan agen pelayaran PT. Ocean Global Shipping itu pada koordinat 03°58’0’’ dan 110°02’3’’E atau di sekitar perairan Pangkalan Bun pada Minggu (26/4/2015).

MV Weserwolf dalam perjalanan dari Singapura ke Surabaya untuk berkegiatan bongkar/muat di Dermaga Terminal Petikemas Surabaya, Senin (27/4/2015). Melihat keberadaan tiga orang ABK di tengah laut, crew MV Weserwolf menyelamatkan mereka dengan menggunakan rescue boat.

“Kapal cargo itu menurunkan rescue boat dan kemudian melanjutkan perjalanan tujuan ke Surabaya dengan membawa tiga orang ABK,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran Tanjung Perak, Rudiana kepada wartawan usai proses evakuasi ABK KM Maulana V di dermaga Syahbandar, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (27/4/2015).

Juni (50) nahkoda kapal KM Maulana V saat dievakuasi dari Kapal RIB PMS menuju ke ambulance di dermaga Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya, Senin (27/4/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)
Juni (50) nahkoda kapal KM Maulana V saat dievakuasi dari Kapal RIB PMS menuju ke ambulance di dermaga Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya, Senin (27/4/2015). (Obsessionnews/Ari Armadianto)

Ia menambahkan, Kantor Kesyahbandaran Tanjung Perak, Basarnas Surabaya, Kepanduan Tanjung Perak terus berkoordinasi untuk mencari 12 orang ABK lainnya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Kami masih berupaya untuk mencari ABK lainnya,” tegasnya.

Suprapto, salah seorang ABK menuturkan dirinya bersama 14 ABK lainnya bertahan di laut selama 4 hari setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam. Dia menambahkan, untuk bertahan di tengah laut, dirinya dan empat belas teman lainnya terapung dengan menggunakan kayu seadanya. Namun, ia enggan menjelaskan penyebab karamnya kapal tersebut.

“Kami terpisah dengan mereka (kedua belas ABK) disaat cuaca buruk,” singkatnya sembari menahan sakit disejumlah bagian tubuhnya.

Pantuan Obsessionnews.com, tiga orang ABK dievakuasi dari MV Weserwolf  dengan menggunakan kapal RIB milik PT Pelindo Marine Service (PMS) menuju dermaga Syahbandar Tanjung Perak. Kemudian dibawa ke RS Port Hospital Center (PHC) Tanjung Perak dengan menggunakan dua unit ambulance Dinas Kesehatan Pelabuhan Laut, Tanjung Perak untuk mendapatkan perawatan secara insentif. Ketiganya mengalami luka bakar pada bagian muka, tangan, dan kaki. Juni (50) nakkoda KM Maulana V terpaksa dipapah oleh petugas Syahbandar untuk menuju ke ambulance. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.