Sabtu, 25 September 21

Emma Yohanna: LGBT Tidak Ada Tempat di Indonesia

Emma Yohanna: LGBT Tidak Ada Tempat di Indonesia

Padang, Obsessionnews – Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) yang marak dibicarakan menuai protes banyak kalangan, apalagi diminta supaya statusnya dilegalkan di Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Emma Yohanna mengaku miris dengan keberadaan LGBT apalagi minta keberadaan mereka diakui.

“Yang jelas hari ini tidak ada tempat LGBT di Indonesia,” ujar Emma Yohanna kepada obsessionnews.com Kamis (9/7).

Penolakan terhadap keberadaan LGBT, selain bertentangan dengan ajaran agama, keberadaan mereka juga tidak diakui secara hukum formal. Tidak ada satu pasalpun yang terdapat dalam Undang-undang membolehkan pasangan itu hadir

“Landasan dasar negara kita ada yaitu mengacu kepada UUD 1945. Disitu dijelaskan bahwa semua golongan diakui apabila tidak bertentangan dengan Pancasila. Yang Pancasila itu jelas ada Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Emma Yohanna.

EmmaY

Emma mengatakan, dalam klausul Ketuhanan Yang Maha Esa itu lebih lanjut diatur bahwa ikatan perkawinan antara laki-laki dengan perempuan dan bukan sebaliknya, antara sesama jenis.

Ikatan keluarga dalam perkawinan bukan hanya antara berdua, suami isteri akan tetapi mencakup secara keseluruhan keluarga besar kedua belah pihak, baik dari keluarga laki-laki maupun keluarga peremuan.

“Jangan disangka itu untuk kepentingan dirinya sendiri. Kalau dia sudah setuju apa masalahnya. Tidak bisa. Kita ini masyarakat yang punya aturan-aturan,” ujar Emma.

Diketahui, begitu LGBT marak dibicarakan, gelombang protes bermunculan dan salah satunya ditentang oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Parmusi Usamah Hisyam, karena sangat bertentangan dengan aqidah Islamiyah.

“Secara tegas Parmusi menolak pengesahan LGBT, sungguhpun LGBT diperjuangkan oleh mereka atas dasar HAM sekalipun,” kata Usamah Hisyam dalam acara orientasi dan pembekalan PP Parmusi di Jakarta, Jumat (3/7). (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.