Minggu, 2 Oktober 22

Ellrico P. Situmorang Sukses Berkat Learning by Doing

Ellrico P. Situmorang Sukses Berkat Learning by Doing
* Managing Partner PSHP Law Ellrico P. Situmorang. (Foto: Sutanto/obsessionnews)

Obsessionnews.com – Perjalanan dan pengalaman hidup membawanya jatuh cinta pada dunia hukum. Padahal awalnya, Ellrico P. Situmorang sempat tidak percaya diri untuk menjadi seorang lawyer. Namun berbekal pengalaman menimba ilmu langsung dari para lawyer senior yang menjadi inspirasinya, ia lantas jatuh cinta dan memantapkan hati untuk menjadi seorang lawyer. Bahkan kini, melalui kantor law firm yang dibangun sejak 2015 lalu, ia menjadi salah satu lawyer yang diperhitungkan di Tanah Air.

Sungguh menarik dan penuh cerita yang menginspirasi dari kisah perjalanan karier pria yang akrab disapa Rico ini. Anak muda penuh semangat. Itulah sosok yang menggambarkan Rico muda beberapa puluh tahun lalu. Belum lulus kuliah, saat teman-teman sebayanya masih asyik bermain, Rico sudah mencoba aktif di kantor LBH kampusnya menuntut ilmu hukum, Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Setelah itu, ia kemudian mendapatkan kesempatan emas untuk magang dan bekerja di law firm milik lawyer senior, Adnan Buyung Nasution. Mulai dari situlah ia ditempa untuk terjun langsung menjadi seorang lawyer profesional. Dari sana kariernya di dunia hukum terus berlanjut, menapaki profesi dari satu law firm ke law firm lainnya, seperti Assegaf Hamzah & Partners dan Hadiputranto Hadinoto & Partners.

Kasus demi kasus pun ditangani hingga kasus pelik sekalipun. Tak hanya kasus litigasi yang kini menjadi spesialisasinya, kala itu Rico pun dipaksa harus bisa menangani kasus lainnya. Beberapa kasus yang paling berkesan dan mungkin paling pelik baginya, antara lain, saat menangani kasus Suyitno Landung (Kabareskrim) pada tahun 2006-2007, tergabung dalam tim yang membela KPK pada kasus CicakBuaya, serta kasus Pak Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) pada 2017 lalu.

“Itu saya langsung merasakan tekanan perkara yang demikian besarnya, ekspos publiknya, saya banyak belajar di situ. Bagaimana me-manage tekanan, bagaimana media bertindak,atau publik bersikap terhadap isu itu. Saya bersyukur dulu dikelilingi para senior yang menempa saya, memberi kesempatan luar biasa untuk belajar langsung menangani banyak kasus, tak hanya litigasi. Ini juga yang selalu saya sampaikan pada teman-teman lawyer yang masih junior, apapun yang ada di tanganmu kerjakan sebaik-baiknya. Berani, jangan takut, kerjakan saja! Karena kita tidak pernah tahu apa yang kita kerjakan saat ini akan berguna di masa depan,” ungkap Rico dikutip dari Majalah Men’s Obsession, edisi Pengacara Tangguh 2022, Senin (8/8/2022).

Pengalaman selama berkariernya itu juga yang menjadi langkah awalnyamewujudkan mimpi, memiliki kantor hukum sendiri. Ya, di usia yang masih sangat muda, 33 tahun, Rico sudah berani mengambil langkah besar, menjadi seorang pebisnis dengan membuka kantor hukum sendiri.

Berawal dari kecil, dengan ruangan hanya berukuran 3 x 4 meter dibantu dua orang staf, kini kantor hukumnya menjelma menjadi besar dengan puluhan lawyer dan staf, dengan dua orang partner.

“Kemudian tahun 2015 saya membuka kantor hokum sendiri, dan menangani pekerjaan dan banyak kasus. Saya tidak gagap karena untunglah saya pernah mengerjakan itu semua,” tegasnya.

Namun, meski dalam perjalanannya Rico memilih spesialisasi pada kasus commercial litigation, Rico menegaskan bahwa kantor hukumnya juga mengerjakan berbagai macam kasus ataupun transaksi. Hal itu lantaran dua partner yang bergabung memiliki spesialisasi masing-masing, seperti corporate, financing, banking, oil and gas, aviation, dan competition law.

“Dengan demikian memastikan klien yang datang ke kantor kami tentunya akan di-serve oleh partner yang memang ahli di bidangnya,” ujar sosok family man ini.

Transformasi Bisnis di Era Pandemi

Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 yang melanda global sempat meluluhlantakkan beberapa lini usaha. Diakui Rico termasuk bisnis jasa hukum, beberapa mengalami dampaknya.

Namun, Rico bersyukur, law firm yang dirintisnya mampu bertahan, bahkan mengalami peningkatan. Hal tersebut karena Rico dan tim mampu menjaga hubungan baik dengan klien, serta memiliki data base yang rapih. Diakuinya, ada beberapa klien yang memang terpuruk terkenadampak Covid-19 seperti klien dari industri hospitality. Ia pun memberikanfleksibilitas karena kondisi tersebut. Namun ada pula beberapa klien yang tidak terganggu, seperti bidang energi.

“Sebagai lawyer, kami tidak meninggalkan mereka, tetap bantu mereka. Selain itu, dalam data base jika kita tahu bahwa ada klien yang bisnisnya tidak terganggu seperti bidang oil and gas, tetap ada pekerjaan dan project yang tetap dijalankan. Jadi, kita focus ke sana tapi tanpa meninggalkan klien yang kebetulan bisnisnya sedang tidak bagus karena kondisi Covid. Agar ketika mereka mulai rebound lagi dan the good thing is, karena tidak meninggalkan mereka, relationship itu tetap dijaga. Jadi pada saat rebound mereka akan mengingat kita, karena kita ingat mereka saat kondisi drop,” jelasnya.

Selain itu, strategi lainnya yang dilakukan Rico agar perusahaan tetap survive di tengah pandemi, adalah melakukan transformasi digital. Diakuinya, ia mengubah strategi, yang tadinya ingin melakukan pengembangan dengan memperluas kantor, menjadi pengembangan digitalisasi, memperkuat sistem jaringan IT, termasuk sumber daya untuk IT. Apalagi Rico menyadari bahwa sistem kerja WFH (work from home) atau WFA (work from anywhere), menjadi solusi yang tepat jika melihat kondisi kemacetan ibu kota.

“Transformasi itulah salah satu yang mengubah pemikiran kami. Memang keberadaan kantor itu penting, tetapi sekarang kita juga harus bertransformasi. Sebab bagaimana lawyer bekerja dan di mana produk bisa di-deliver itu juga lebih penting.Dua tahun ini kita tadinya akan menambah space, namun akhirnya mempertimbangkan untuk mengatur sistem work from home maupun work from anywhere. Yang penting pekerjaan tersampaikan ke kantor,” papar ayah satu anak ini. (Suci/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.