Senin, 9 Desember 19

Elite Capture Bisa Dicegah dalam Penyusunan APBN

Elite Capture Bisa Dicegah dalam Penyusunan APBN
* Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Revrisond Baswir.

Jakarta, Obsessionnews.com – Benarkah pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir elite (elite capture)? Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (SMI) beberapa waktu lalu menyerukan untuk memerangi terjadinya elite capture dalam fungsi alokasi dan distribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pernyataan SMI tersebut disambut hangat oleh pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Revrisond Baswir. Namun menurutnya, di sisi lain juga terdapat syarat yang perlu diterapkan.

Pakar ekonomi kerakyatan dari UGM ini mengungkapkan pandangannya terhadap gagasan SMI terkait melawan adanya elite capture dalam pengelolaan APBN. Ia menjelaskan dalam konteks struktur perekonomian yang sangat timpang, elite capture terhadap APBN sulit dicegah.

“Namun dengan demikian bukan berarti tidak ada solusi. Solusinya adalah dengan melakukan demokratisasi APBN, yaitu dengan meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses penyusunan APBN,” ungkap pejuang ekonomi kerakyatan ini melalui keterangan tertulis kepada Obsessionnews.com, Senin (16/1/2017) pagi.

Untuk keperluan itu, lanjutnya, jangka waktu pembahasan APBN di DPR perlu diperpanjang, sehingga tersedia waktu yang cukup bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses penyusunan APBN.

“Sesuai arahan Presiden untuk menjadikan pemerataan sebagai fokus 2017, maka peningkatan partisipasi rakyat dalam proses pengangaran sebaiknya dimasukkan sebagai salah satu agenda penting dalam mewujudkan pemerataan,” kata Revrisond.

Sementara itu peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra juga mengkritisi sikap SMI, yang pihaknya juga setuju bahwa APBN harus terhindar dari elite capture.

“Namun jangan jargon tersebut digunakan SMI menutupi kenyataan terjadinya creditor capture dalam pengelolaan APBN kita,” kata Gede.  (Aprilia Rahapit)

 Baca juga: Creditor Capture APBN Sri Mulyani

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.