Rabu, 20 Oktober 21

Elit PPP Ajukan 6 Poin Usulan Kesepakatan Untuk Islah

Elit PPP Ajukan 6 Poin Usulan Kesepakatan Untuk Islah
* Dari kiri ke kanan: Reni Marlinawati, Usamah Hisyam, dan Fernita Darwis menandatangani Draf Usulan Kesepakatan di Hotel Sahid Jakarta (5/3/2016).

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam menginisiasi pertemuan khusus (informal meeting) dengan sejumlah pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sabtu (5/3/2016).

Pada pertemuan khusus yang dilaksanakan di Hotel Sahid, Jakarta, itu hadir sejumlah elit PPP dari dua kelompok yang berselisih. Di antaranya adalah Emron Pangkapi, Fernita Darwis, Reni Marlinawati, Arwani Thamafi, Rahman Yacob, Donnie Tokan, M Sholeh Amin, Hasan Husaeri, Rusli Effendi, H Darwis Hamid, H Syahrial Agamas, Ahmad Bay Lubis, Jul Chaidir, H Tamam Achda, dan Djafar A.

Islah - 2

Secara khusus, pertemuan itu membahas kondisi terkini PPP dan menghasilkan 6 poin usulan kesepakatan. Pertama, menyepakati terselenggaranya islah demi eksistensi PPP dan kemaslahatan umat.

Kedua, menyepakati dan menerima Surat Keputusan (SK) Menkumham Muktamar VII Bandung sebagai dasar hukum penyelenggaraan Muktamar VIII PPP. Ketiga, menyepakati melakukan komunikasi intensif dengan Bapak Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum DPP PPP.

Keempat, menyepakati terselenggaranya rapat-rapat harian Pengurus Harian DPP PPP. Kelima, menyepakati pembentukan panitia Muktamar VIII PPP (baik OC dan SC). Dan keenam, menyepakati mengakomodir seluruh pihak di dalam kepanitiaan Muktamar VIII PPP.

Keenam poin tersebut ditandatangani perwakilan kelompok yang berselisih. Hadir Fernita Darwis sebagai perwakilan dari kelompok PPP versi Muktamar Jakarta dan Reni Marlinawati dari kelompok PPP versi Muktamar Surabaya.

Sementara Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam yang menginisiasi pertemuan tersebut hadir sebagai moderator sekaligus saksi. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.