Senin, 21 September 20

Elektabilitas Ma’ruf Amin Rendah di Kandang Sendiri, Apa Penyebabnya?

Elektabilitas Ma’ruf Amin Rendah di Kandang Sendiri, Apa Penyebabnya?
* Calon wakil presiden Ma'ruf Amin. (Foto Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Secara keseluruhan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih tinggi dibanding pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, kondisi ini belum dianggap aman. Sebab kenaikan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terlihat lambat

Situasi ini membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf belum bisa tidur nyenyak. Mereka harus bekerja ekstra keras agar bisa memenangkan pertarungan Pilpres 2019. Jokowi sendiri bahkan mengakui di beberapa daerah elektabilitasnya masih menurun. Misalnya saja di Banten yang merupakan daerah kelahiran Ma’ruf Amin.

Bardasarkan survei internal TKN, Ma’ruf Amin dianggap belum mampu menjadi motor penggerak popularitas pasangan ini di Banten. Dari survei internal disebutkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya meraup 39 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat 58,7 persen.

TKN masih terus mencari tahu apa penyebab popularitas Ma’ruf Amin tak cukup kuat mendongkrak pasangan ini.
Relawan Bravo-5, tim bentukan Luhut Binsar Pandjaitan yang berisi purnawirawan TNI, juga mewanti-wanti soal elektabilitas Jokowi di Banten.

Menurut Ketua Bravo-5 Wilayah Banten Irsyad Djuwaeli, meskipun di Banten kalah, di Jakarta dan Jawa Barat sebenarnya Jokowi-Ma’ruf unggul. Tapi selisihnya tipis. Berdasarkan hasil survei Bravo-5, Jokowi – Ma’ruf menang dengan 54,4 persen suara di Jakarta.

Adapun di Jawa Barat, provinsi dengan pemilih terbanyak, yakni 32 juta, elektabilitasnya hanya 48,3 persen. Bandingkan dengan di Jawa Tengah dan Yogyakarta serta di Jawa Timur. Menurut survei yang sama, di Jawa Tengah dan Yogyakarta, suara Jokowi-Ma’ruf di atas 75 persen, sedangkan di Jawa Timur mencapai 61,8 persen.

Menurut Irsyad, saat memaparkan data tersebut, Luhut bahkan menyebut namanya secara khusus. “Ustad Irsyad, ini Banten mau kalah. Kita harus bekerja keras. Nanti saya ajarkan cara khusus untuk di Banten,” ujar Irsyad, menirukan Menteri Koordinator Kemaritiman itu seperti dikutip Tempo.

Ma’ruf Amin masih percaya diri meskipun di Banten lemah. Dia akan mendekati ulama dan jawara. Dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan kiai dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama di pesantren miliknya, An-Nawawi Tanara, di Serang. “Apalagi saya lahir di Banten,” ujarnya.

Banten memang basis pemilih Prabowo. Pada pemilihan presiden 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, mengantongi 57,1 persen suara. Adapun Jokowi-Jusuf Kalla dipilih oleh 42,9 persen warga. Dalam pemilihan presiden tahun depan, jumlah pemilihnya 8,1 juta, naik 200 ribu dibanding pemilihan 2014. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.