Sabtu, 23 Maret 19

Ekspor Kayu Indonesia Ke EU Mengalami Penurunan

Ekspor Kayu Indonesia Ke EU Mengalami Penurunan
ilustrasi (ist).
Gia
Jakarta- Ekspoor kayu Indonesia ke Uni Eropa sepanjang 10 tahun terakhir mengalami penurun dari 18% ke 14%. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perdagangan RI di Hotel Le Meredian (9/4).
“Penurunan tersebut bukan karena Eropa tidak tertarik. Kemungkinan ada unsur disersifikasi di luar Uni Eropa. tapi kedepan akan jadi peluang dan peninmgkatan nilai tambah agar kita tidak tergantung pada komoditas,” jelasnya.
Gita juga mengatakan harga produk-produk kehutanan semakin tinggi itu wajar karena ada kepekaan lingkungan yang lebih besar yang muncul di pasar Eropa.
“Jangan lihat supply-nya, tapi demand-nya yang menunjukan kepekaan terhadap lingkungan dan pastinya akan tercemin dalam harga agar para pengusaha berkomunikasi bathin dengan para konsumen,” tegas Gita.
Gita berharap kedepannya apa yang dilakukan para pengusaha hutan kayu harus harus sesuai dengan Sistem Verivikasi Legalitas Kayu (SVLK). Kerjasama Indonesia dan Uni Eropa tambah Gita secara makro tercermin dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement  (CEPA).
“Kalaupun ada penurunan tarif, saya tidak mau hanya berdagang saja, tapi harus ada investasinya,” pungkasnya.
Gita optimis peningkatan kerjasama Indonesia dan Uni Eropa menuju CEPA bisa terealisasi dalam 3-4 tahun ke depan, “Kalau berjalan dengan baik bisa saja satu tahun,” katanya. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.