Sabtu, 23 November 19

Ekspor Furniture Ditargetkan Capai USD 5 Miliar

Ekspor Furniture Ditargetkan Capai USD 5 Miliar

Jepara, Obsessionnews- Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengaku, perkembangan industri furnitur di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan beberapa tahun terakhir ini. Nilai ekspor furnitur kayu dan rotan Indonesia pada tahun 2013 mencapai USD 1,8 miliar, pada tahun 2014 meningkat menjadi USD 1,9 miliar dan pada tahun 2015 meningkat lagi menjadi USD 2 miliar.

Mebel atau furniture memiliki nilai manfaat, apalagi seperti kursi, meja, lemari dan lainnya banyak dijual dengan model yang mengikuti perkembangan jaman saat ini sehingga tidak sedikit masyarakat tertarik. Oleh karena itu Industri pengolahan non-migas seperti furniture menjadi keunggulan Indonesia untuk memajukan perekonomiannya.

Saleh mengatakan, nilai ekspor furniture kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan ditargetkan akan mencapai USD 5 miliar. Komposisi ekspor furniture Indonesia dilihat dari segi bahan baku masih didominasi yang masing-masing yaitu, bahan baku kayu (59,5 persen), metal (8,1 persen), rotan (7,8 persen), plastik (2,3 persen), bambu (0,5 persen), dan lain-lain (21,3 persen).

Sebagai strateginya, Kementerian Perindustrian menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Bidang Ukiran Kayu (12 unit kompetensi) dan akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan. Cara tersebut merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, dimana sektor industri turut menumbuhkan populasi industri yang menghasilkan 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang dimana 50 persen tumbuh di luar Jawa, serta tumbuhnya Industri Kecil sekitar 20 ribu unit usaha.

”Adanya rencana kawasan industri yang terintegrasi pelabuhan laut berpotensi memperkuat industri Jepara, bahkan Jawa Tengah serta nasional pada umumnya. Industri furnitur yang menjadi ikon Jepara juga diuntungkan karena berkembang terpadu dan mendapat akses yang lebih luas untuk perdagangan ekspor nantinya,” kata Menperin, Sabtu (16/4). (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.