Minggu, 5 Desember 21

Eksekusi Mati, Kejagung Utamakan Terpidana Kasus Narkoba

Eksekusi Mati, Kejagung Utamakan Terpidana Kasus Narkoba

Jakarta, Obsessionnews.com –¬†Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan untuk pelaksanaan eksekusi hukuman mati tahap III ini akan fokus terlebih dahulu terhadap terpidana hukuman mati narkoba. Hal itu menunjukan bahwa kejagung memang benar-benar menyatakan perang terhadap narkoba.

“Iya sementara kita fokus kasus narkoba dulu,” ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung, Jakarta Selatan, Jum’at (17/6/2016).

Menurutnya, kejahatan narkoba sudah sangat luar biasa. Sampai-sampai Presiden RI Jokowi menyatakan negara Indonesia sudah menjadi darurat narkoba. Oleh karena itu, pihaknya bertekat akan memerangi kejahatan narkoba.

“Kita ingin tunjukkan, bahwa kita ini betul-betul memerangi kejahatan (narkoba) yang makin masif, makin luar biasa,” ungkap Prasetyo.

Untuk diketahui, perang melawan narkoba semakin tak terelakkan. Serangan kejahatan perusak otak dan mental ini juga makin masif. Narkoba tak pilih status sosial dalam menjerumuskan korbannya.

Selain jenisnya kian beragam, sebaran kasusnya merambah ke semua tempat. Tak kenal kota atau desa semua menjadi sasaran narkoba.

Oleh karena itu, BNN terus menggalakkan roadshow Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Tujuannya memberikan pemahaman utuh kerusakan yang diakibatkan kejahatan itu. Ancaman narkoba tak boleh dianggap sepi melainkan butuh gencar memeranginya.

BNN bahkan memastikan keberadaan 251 jenis narkoba baru di dunia. Sebanyak 14 jenis dari itu mulai menyelinap ke Indonesia. Jenis narkoba baru belum semuanya diatur spesifik dalam UU Narkotika No 35 Tahun 2009.

Proaktif itu tentu tak mudah menjerat pengedar dan bandarnya. Kendati demikian pemerintah terus proaktif dalam upaya pemberantasan barang-barang memabukkan tersebut. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.