Rabu, 20 Oktober 21

Eks Penasehat KPK: Kasus Johan Budi Clear

Eks Penasehat KPK: Kasus Johan Budi Clear

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengaku kasus Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP yang dilaporkan ke Bareskrim Polri sudah tuntas alias clear. Komite Etik tidak menemukan adanya dugaan pelanggaran etika saat melakukan pemeriksaan terhadap Johan.

“Sehingga kemudian Pengawas Internal tidak melakukan proses itu. Jadi dianggap selesai persoalannya,” ujar ujar Abdullah yang juga bertindak selaku mantan Komite Etik saat dihubungi, Rabu (11/2/2015).

Johan diperiksa Komite Etik ketika itu dalam kapasitasnya sebagai saksi ‎bukan sebagai terperiksa. Sebab kata Abdullah Komite Etik hanya bertugas menelusuri dugaan pelanggaran etika oleh pimpinan. ‎Sebagai Juru Bicara KPK, Johan diperiksa dalam kaitannya dengan dugaan pelanggaran kode etik, Chandra M Hamzah, salah satu Wakil Ketua KPK yang kini sudah habis masa tugasnya.

“Harus dibedakan tugas Koite Etik itu memeriksa dugaan pelanggaran etika oleh pimpinan, bukan oleh pegawai, Johan itu pegawai. Kalau pegawai itu dilakukan oleh Pengawas Internal,” terang Abdullah.

Dia menerangkan Pengawas Internal KPK yang bertugas memeriksa pegawai yang diduga melakukan pelanggaran kode etik. Namun ketika dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan bukti pelanggaran Johan, maka Komite Etik tidak merekomendasikan pemeriksaan lanjutan oleh Pengawas Internal.

“Kalau waktu itu ditemukan Johan juga terlibat maka kemudian Komite Etik akan merekomendasikan kepada Pengawas Internal KPK untuk memeriksa Johan tapi waktu itu Komite Etik tidak merekomendasikan karena dianggap clear, tidak ada masalah‎,” katanya.

Abdullah menilai ada motif lain dibalik pelaporan pimpinan KPK termasuk Johan ke Bareskrim Polri. Tidak lain karena ada pihak yang merasa tanggunggu ingin membubarkan KPK. ‎Dia menyayangkan hal ini terjadi karena mereka menggunakan cara-cara yang kasar dan tidak menandaskan pada penegakan hukum tetapi upaya balas dendam.

‎”Sebab apa yang terjadi sekarang, bukan sekedar “perang” di antara KPK dengan kepolisian dan kejaksaan, tetapi hakikatnya “perang” diantara koruptor dan lembaga penegak hukum,” ucap dia.

Johan Budi dilaporkan bersama Chandra Hamzah oleh LSM pimpinan Andar Situmorang terkait dugaan pertemuan dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. ‎Pertemuan itu terjadi tahun 2008 hingga 2010 di beberapa tempat yakni rumah Nazaruddin, gedung KPK dan sebuah restoran.

‎Dalam laporan itu Andar menyebut ketiganya membicarakan seputar kasus korupsi yang sedang ditangani KPK seperti kasus baju hansip dan korupsi dana buku pendidikan. Nazar kata Andar sempat menyerahkan uang sejumlah 800 dollar AS kepada Chandra. Namun Andar tidak bisa menunjukan bukti transaksi itu, dia hanya bisa membawa bukti berupa klipingan koran. (Has)

Related posts