Rabu, 29 September 21

Eks Pejabat FIFA Akui Terima Suap Piala Dunia

Eks Pejabat FIFA Akui Terima Suap Piala Dunia
* Chuck Blazer, bekas anggota komite eksekutif FIFA, menjadi kunci bagi terbongkarnya praktek ilegal FIFA. (bbc.co.uk)

Zurich – Mantan anggota komite eksekutif FIFA, Charles Blazer -yang dikenal dengan panggilan Chuck Blazer- mengaku ia dan beberapa komite eksekutif FIFA lainnya sepakat menerima uang suap sehubungan dengan pemilihan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Hal ini dinyatakannya di pengadilan New York, tempat ia diadili untuk kasus penyuapan, pemerasan, dan pencucian uang -yang menjadi awal terbongkarnya skandal di badan organisasi sepakbola dunia itu.

Dalam pembelaannya, Blazer mengakui kesalahannya dan bersedia bekerjasama dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk membongkar kasus ini lebih jauh.

Rincian pembelaan datang ketika jaksa mengungkapkan transkrip dari persidangan tertutup yang di lakukan di Pengadilan Eastern New York pada tahun 2013.

 

Selain itu, Blazer juga mengaku bahwa ia menerima uang suap untuk kegiatan FIFA lain di tahun 1998.

Sebelumnya, Afrika Selatan telah menyangkal memberi suap kepada pejabat FIFA terkait pemilihan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Menteri Olahraga Fikile Mbalula mengakui ada uang sebesar US$10 juta yang ia berikan kepada pejabat FIFA.

Namun ia menegaskan dana tersebut diberikan secara terbuka dengan tujuan untuk mendukung sepak bola diaspora Afrika di Karibia yang menjadi bagian dari program FIFA.

Amerika Serikat saat ini sedang mengejar perkara kriminal yang melibatkan FIFA, hingga mendorong presidennya, Sepp Blatter, untuk mengundurkan diri sekalipun baru saja terpilih untuk kelimakalinya dalam kongres yang berlangsung di Zurich.

Saat ini, 14 orang didakwa dengan tuduhan pemerasan dan pencucian uang, sejumlah US$150 juta yang berlangsung selama 24 tahun. (bbc.co.uk)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.