Jumat, 22 Oktober 21

Eks Panglima TNI: KPK Diteror, Ini Ancaman Serius!

Eks Panglima TNI: KPK Diteror, Ini Ancaman Serius!

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menilai ‎ancaman yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan masalah serius bagi bangsa yang harus segera ditangani. Jika tidak akan membuat kegelisahan para komisioner dalam menjalankan tugas-tugas pemberantasan korupsi.

“Kalau itu betul ada, ini harus sesuatu yang serius, tidak bisa tidak. Karena KPK bagaimana pun juga suatu lembaga negara yang masih kita butuhkan untuk pemberantasan korupsi,” tegas Endriartono saat menyambangi KPK, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

‎Dia meminta agar pihak berwajib segera mengusut siapa penebar teror karena pihak KPK mengaku mendapat ancaman nyawa. Tindakan teror seperti itu menurutnya tidak patut terjadi sebab bisa mengganggu kinerja KPK, sebaliknya lembaga ini harus diberi dukungan supaya bisa berantas korupsi lebih maksimal.

“‎Kalau memang nanti kita analisa bahwa betul ada mengancam apalagi sampai nyawa, dan bisa diperkirakan datangnya dari mana, ya segera kita selesaikan melalui jalurnya,” tandas Mantan Panglima TNI.

Untuk menyelesaikan perselisihan yang ada antara KPK-Polri Endriartono berharap campur tangan Presiden Jokowi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, dengan begitu dua lembaga hukum itu bisa kembali bekerja secara normal.

“Saya menyerukan bahwa ini gak bisa ditangani oleh KPK atau polisi sendiri, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negara ini presiden harusnya bisa memutuskan yang terbaik agar kemudian kedua institusi‎ sisa kembali melaksanakan tugasnya secara maksimal‎,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim 9 sudah menerima informasi soal adanya ancaman yang diterima oleh pihak KPK terkait penanganan kasus dugaan gratifikasi dengan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan. Wakil Ketua Tim 9, Jimly Asshidiqie menyatakan bahwa pihaknya juga akan memberitahukan informasi tersebut ke Presiden Jokowi.

Bahkan, bukan hanya orang-orang dalam KPK yang menerima ancaman. Keluarga para staf, penyidik dan karyawan yang sehari-harinya bekerja memberangus kejahatan korupsi itu juga ikut-ikutan kena.”(Ancaman) sebagian juga melebar ke keluarga. Ini sangat serius,” ungkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Rabu (11/2).

Menurut dia, ancaman yang terjadi sudah bersifat nasional. Sebabnya, lembaga dan aparat penegak hukum yang mendapatkan ancaman. “Artinya dia bisa mengganggu upaya (pemberantasan korupsi) yang dilakukan KPK. Ancamannya sangat eskalatif karena bisa menyangkut nyawa,” beber pria yang pernah mengaku mau dilakban mulutnya saat ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri ini. (Has)

Related posts