Selasa, 26 Oktober 21

Eks Menko Perekonomian Apresiasi Peningkatan PDB Koperasi

Makassar, Obsessionnews.com – Rektor Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), Burhanuddin Abdullah mengapresiasi peningkatan sumbangan koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Lonjakan PDB koperasi tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan dalam aktivitas koperasi.

Untuk diketahui PDB koperasi pada 2013 hanya tercatat sebesar 1,7 persen. Pada 2016, terjadi kenaikan PDB koperasi 2,5 kali lipat, yakni menjadi 3,99 persen.

“Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan gerakan koperasi memberikan dampak terhadap pertumbuhan PDB koperasi,” kata Burhanuddin di sela-sela Kongres Koperasi III di Makassar, Sulsel, Jumat (14/7/2017).

Burhanuddin yang juga Mantan Menko Perekonomian ini menilai Reformasi Koperasi yang digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM mendorong perkembangan koperasi secara berkualitas di tanah air.  Reformasi Koperasi dinilai memberikan dorongan insentif bagi koperasi yang dikelola secara baik dan memberi sanksi bagi koperasi yang dikelola tidak baik.

“Saya sependapat dengan Menteri Koperasi dan UKM selalu menekankan pada kualitas koperasi, bukan lagi target jumlah koperasi yang hendak dikejar tapi anggota yang mendapat manfaat harus sebanyak-banyaknya,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, Reformasi Koperasi perlu terus dijalankan sebab melakukan perubahan didalam tubuh koperasi tidak mudah dan butuh waktu lama. Setelah ada penataan kelembagaan barulah melakukan lompatan terhadap pengembangan koperasi mulai dari peningkatan SDM koperasi yang terdidik, penggunaan IT dan pengelolaan koperasi secara professional.

Burhanuddin mengatakan koperasi sebagai soko guru perekonomian harus tetap dipertahankan sebagai cita-cita yang harus diwujudkan. Untuk itu, gerakan koperasi melakukan langkah-langkah untuk mendekatkan pada cita-sita soko guru perekonomian dengan melakukan reformasi dan modernisasi ditubuh koperasi itu sendiri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko menyatakan sebagai orang koperasi sangat senang dengan data PDB koperasi mencapai 3,99 persen. Capaian ini dinilai sebagai lompatan sebab PDB Indonesia jauh tertinggal dibanding negara-negara ASEAN.

“Saya senang ada lompatan pertumbuhan PDB koperasi. Dibandingkn negara ASEAN lainnya Indonesia memang masih tertinggal, tapi ini suatu capaian yang kami apresiasi. Ini menunjukkan dari sisi volume usaha dan keanggotan terjadi kenaikan,” ucap Agung.

Menurutnya kinerja koperasi Indonesia ke depan masih dapat ditingkatkan lagi untuk memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  Kinerja yang baik hanya dapat diraih jika pengelolaan koperasi dilakukan secara professional layaknya sebuah institusi bisnis. Koperasi, disebutnya, harus bisa melakukan diversifikasi layanan, menerapkan manajemen koperasi secara modern, menerapkan IT dan meningkatkan kualitas SDM, serta membangun jejaring.

“Kunci untuk mencapai itu adalah pendidikan dan pelatihan pengelola dan pengurus koperasi. Pengelola dan pengurus harus mengetahui dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan anggota menyadari penuh hak dan kewajibannya,” jelasnya.

Agung menekankan keberhasilan koperasi ke depan tergantung kepada koperasi itu sendiri. Koperasi tidak bisa lagi mengandalkan pemerintah karena koperasi masuk dalam dunia kompetisi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.