Minggu, 29 Mei 22

Ekonomi Terperosok Neolib, Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie Bergerak!

Ekonomi Terperosok Neolib, Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie Bergerak!
* Rizal Ramli (kedua dari kiri) dan Kwik Kian Gie (ketiga dari kiri).

Jakarta, Obsessionnews.com – Dua ekonom senior nasionalis pejuang ekonomi kerakyatan anti neolib, Rizal Ramli (RR) dan Kwik Kian Gie melakukan pertemuan tertutup dan dilanjutkan jumpa pers di rumah RR, Jl. Bangka IX No. 49 Kemang, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Keduanya gerah dengan kondisi bangsa ini yang sudah terperosok dalam arus dinamika ekonomi neoliberalisme (neolib). Rizal Ramli yang tengah mendeklarasikan diri sebagai capres berkomitmen memerangi neolib. Kwik Kian Gie yang merupakan sahabat lamanya mendampingi dan memberikan sumbang saran kepada RR.

Dua mantan Menteri yang idealis ini akan bersatu padu menghadapi arus gempuran neolib yang mengancam keselamatan bangsa. “Pak Kwik ini seorang nasionalis sejati, ini sudah lama tidak bertemu sekalian makan siang sambil bahas masalah bangsa,” jelas RR.

Di akhir pertemuan, dua mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Gus Dur ini diagendakan melaksanakan konferensi pers menanggapi kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan skandal dana talangan Bank Century.

Kedua mantan menteri nasionalis ini pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi ahli dalam pengusutan kasus Bantuan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kwik pernah diperiksa setidaknya dua kali pada 20 April 2017 dan 11 Desember 2017. RR pernah diperiksa KPK pada 2 Mei 2017 di mana ia mengungkapkan kasus BLBI itu pelakunya adalah elite politik.

Dalam keterangannya, Kwik membeberkan, Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) masih berutang Rp3,7 triliun tetapi sudah menerima Surat Keterangan Lunas (SKL) yang diterbitkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

RR memuji Kwik Kian Gie sebagai tokoh yang berjiwa nasionalis dan membela kepentingan rakyat Indonesia. “Beliau (Kwik) ini benar-benar nasionalis luar dalam betul-betul keberpihakannya kepada bangsa dan negara Indonesia luar biasa. Kalau orang yang lain itu mengaku nasionalis tetapi tidak,” ungklapnya.

Ia pun menyerukan agar ekonomi kita jangan dibawa ke neolib/kapitalis ugal-ugalan. Sayangnya, Indonesia sejak orba hingga kini makin liberal. “Saya dari dulu konsisten, sejak mahasiswa sampai kini selalu kritik neolib. Siapa pun presiden 2019 nanti tidak boleh lakukan kebijakan neolib karena akan bawa kemunduran,” tegasnya.

“Biasanya pada saat kampanye capres bicara pro rakyat dan nasionalis. Kalau betul-betul, rakyat akan terus menerus mencintai dan dipilihnya lagi, tidak perlu kampanye yang aneh-aneh lah, pakai uang dan segala macem,” tutur RR.

Mengenai kasus Bank Century, RR menilai kasus tersebut adalah kasus kejahatan kerah putih. “Di Indonesia kejahatan kerah putih banyak sekali, tapi sayang pelakunya selalu lolos. Padahal, dampak kerugiannya sangat besar misalnya kasus BLBI yang merugikan ribuan triliun rupiah,” bebernya.

Inilah Kebijakan Neolib di Indonesia
Didampingi Kwik Kian Gie, Rizal Ramli memaparkan contoh beberapa kebijakan neolib di Indonesia :
1. Mengenakan PPN sebesar 10% bagi gula tebu rakyat
2. Membebankan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagio pelayanan kesehatan dan pendidikan
3. Menurunkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dari Rp4,5 juta/bulan menjadi sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP)
4. Mengintip rekening rakyat dengan saldo Rp200 juta
5. Kebiojakan impor pangan (beras, garam, gula dan lain-lain) menjelang atau saat panen raya
6. Menolak permintaan Presiden Jokowi untuk menurunkan pengenaan pajak final dari 1% menjadi 0,25% bagi UMKM, Menkeu Sri Mulyani hanya menyetujui maksimal menjadi 0,5%
7. Memberikan tax holiday bagi investasi hinghga 20 tahun bagi pengusaha besar
8. Memberi berbagai kemudahan perpajakan bagi PT Freeport Indonesia
9. Terus menerus membuat utang baru untuk membiayai dan menutup defisit APBN
10. Mengizinkan asing memiliki property tanpa batas harga minimal
11. Memudahkan persyaratan bagi masuknya tenaga kerja asing. (Red)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.