Kamis, 6 Oktober 22

Ekonomi Sudah Krisis, Sebentar Lagi Berapa Bank Ditutup?

Ekonomi Sudah Krisis, Sebentar Lagi Berapa Bank Ditutup?

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra FX Arief Poyuono SE mempertanyakan pernyataan Ketua Fraksi PDI P DPR RI Olly Dondokambey yang meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika. “Rakyat tidak terganggu dengan nilai dolar. Rakyat masih punya kemampuan membeli. Perekonomian masih tetap berjalan,” ucap Olly, Selasa (29/9) lalu.

Bahkan, Bendahara Umum PDI-P ini mengatakan, anjloknya Rupiah tidak akan menyentuh masyarakat kecil. Saat ini kata dia, daya beli masyarakat masih cukup tinggi. “Hal itu (krisis) berpengaruh kepada para pengusaha,” sambungnya. Pemerintah, kata dia, memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan alokasi belanja modal, penyertaan modal BUMN, dan stimulasi beberapa progam unggulan terkait Nawacita. “Pemerintah menaikkan target penerimaan pajak cukup tinggi sehingga mendobrak kemandegan penerimaan pajak yang statis sepanjang 10 tahun terakhir,” ujar Olly.

Arief Poyuono dan Jokowi
Arief Poyuono dan Jokowi

Terhadap pernyataan tersebut, Arief Poyuono mengaku kasihan melihat kondisi negara saat ini. Pasalnya, di tengah morat maritnya ekonomi nasional, parpol pengusung pemerintah yakni PDI-P justru meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika khususnya bagi para wong cilik.

“Ini seperti orang yang lagi mimpi di siang bolong kalau Krisis Ekonomi yang saat ini terjadi tidak berpengaruh pada rakyat kecil atau Wong cilik atau mungkin PDIP sudah tidak jadi partainya Wong Cilik lagi ya karena sudah budeg dan tidak punya lagi sense of Economy Crisis. Sebab Krisis Ekonomi saat ini tidak sama dengan krisis 1998. Dan kami merasa kasihan dengan situasi ini,” paparnya.

“Krisis Ekonomi saat ini lebih parah berdampak semua lapisan masyarakat mulai dari konglomerat hingga masyarakat kecil. Untuk Konglomerat sudah banyak perusahaannya yang default untuk membayar utang di Bank baik Bank dalam negeri Dan utang Bank luar negeri,” tandas Poyuono yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu.

Prabowo dan Arief Poyuono
Prabowo dan Arief Poyuono

Dan untuk masyarakat menengah, lanjut dia, penghasilannya sudah tidak dapat disisikan sebagai tabungan serta banyak menunggak pembayaran kartu kredit dan kredit konsumen lainya seperti pembayaran cicilan mobil dan rumah atau apartemen mewah.

“Sedangkan untuk masyarakat kecil atau Wong cilik yang bekerja disektor formal sudah banyak yang di PHK dan dirumahkan mencapai 470.000 Pekerja. Dan untuk masyarakat kecil yang berwirasawta atau bekerja disektor informal sudah banyak yang menutup usahanya,” bebernya.

Untuk itu, Poyuono menyatakan apa yang dikatakan oleh Pimpinan Fraksi PDI-P tersebut adalah salah dan menunjukan PDI-P tidak peduli dengan keadaan Wong cilik yang sudah makin terhimpit kehidupan ekonominya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Tolong PDIP jujur dong jangan bohongi rakyat ,Dollar sudah makin perkasa terhadap rupiah Dan eksport komoditi makin nyunsep serta import bahan pangan makin gila gilaan serta menurunnya import bahan baku Industri kok dibilang tidak pengaruh. Bohong besar itu kalau daya beli masyarakat kecil masih kuat,,” harapnya.

“Belum efek dari Krisis Ekonomi yang ditandai dengan jeblok kurs rupiah terhadap dollar ,ancaman Kredit macet perbankan akan berimbas pada collapsnya perbankan Indonesia,” tegas Poyuono. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.