Minggu, 5 Desember 21

Ekonomi Neo-liberal, Neo-Maling, dan Neo-Goblok

Ekonomi Neo-liberal, Neo-Maling, dan Neo-Goblok

Ekonomi Neo-liberal, Neo-Maling, dan Neo-Goblok
Oleh: Salamuddin Daeng (AEPI)

Baginda Jokowi sedang me restart sistem, dimulai dengan tax amnesty atau juga bisa disebut pajak atas harta  2,5 persen untuk seluruh rakyat, pukul rata. Ini jelas dimaksudkan supaya jangan ada yang sembunyikan lagi harta bedanya.

Ini merupakan terobosan pajak terbaik, LSM mesti membuat tax award untuk baginda yang mulia Jokowi.

Oleh karena itu, jangan hanya BUMN yang revaluasi aset tapi seluruh perusahaan swasta dan masyarakat umum harus revaluasi aset, dan basis pemungutan pajak harus harta benda….bukan keuntungan ataupun produktifitas. Hal ini yang disebut revolusi mental sejati. Semua harta/aset/tabungan segera dipajakin tanpa pandang bulu.

BUMN khususnya seperti PLN aset sudah naik tahun ini dari Rp500 triliun menjadi Rp1250 triliun, pertamina Rp1000 triliun bayar 2,5 persen. Mandiri, BNI, BTN, yang asetnya ribuan triliun segera dikenakan pajak berbasis aset 2,5 persen. Semua yayasan dan lembaga pendidikan, UI, muhammadiyah, pesantren, harus revaluasi aset dan harus bayar 2,5 persen.

Mantap segeralah menteri keuangan meminta akses terhadap tabungan dan deposito, ada sekitar 67 ribu orang memiliki deposito di atas Rp5 miliar di bank-bank nasional, kalau tidak bisa jelaskan asal usulnya langsung saja kenakan pajak.

Oleh karena itu Sri Mulyani jangan potong-potong APBN, harus sesuai yang dirancang baginda Jokowi Rp2100 triliun, tax amnesty Rp165 triliun, demikian juga rencana kenaikan cukai dengan menaikkan harga rokok Rp50 ribu, itu benar super berani, top markotop.

Diingatkan kepada Sri Mulyani jangan menghancurkan kredibilitas pemerintahan Jokowi yang sah dari dalam dengan memotong anggaran. Mengapa anggaran sudah baik baik dan dipuji puji bank dunia dipotong? Diingatkan kepada DPR tidak perlu melakukan revisi target pajak dan pengeluaran Apbn Perubahan 2016. Revisi itu akan membuat kredibilitas pemerintah hancur, ada-ada saja Sri Mulyani itu! (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.