Selasa, 29 September 20

Ekonomi Lebanon Bangkrut, Perdana Menteri dan Semua Menteri Mundur

Ekonomi Lebanon Bangkrut, Perdana Menteri dan Semua Menteri Mundur
* Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri kabinet dalam pidato yang disiarkan secara langsung. (Reuters/BBC)

Penuhi tuntutan rakyat, Perdana Menteri Lebanon mengundurkan diri, setelah berlangsung aksi demontrasi yang menuntut pengunduran diri rezim pemerintahan akibat kebangkrutan ekonomi menyusul ledakan Beirut.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab telah mengumumkan bahwa segenap anggota kabinet juga mengundurkan diri ketika negara itu mengalami apa yang ia sebut sebagai malapetaka besar dan keruntuhan ekonomi serta sosial.

Ia mengumumkan keputusan itu pada Senin malam waktu setempat (10/8/2020), di tengah kemarahan rakyat yang memuncak atas ledakan di ibu kota Lebanon, Beirut, Selasa lalu.

“Saya hari ini menyatakan pemerintah mengundurkan diri. Semoga Tuhan menyelamatkan Lebanon, Dirgahayu Lebanon dan rakyatnya,” kata Diab dalam pidato yang disiarkan langsung lewat televisi.

“Hari ini kami menuruti kehendak rakyat untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab atas bencana yang tersembunyi selama tujuh tahun ini, dan keinginan mereka untuk mewujudkan perubahan,” tambah Diab.

Pengumuman dikeluarkan setelah digelar rapat darurat. Usai rapat dan pengumuman pembubaran kabinet, mantan Menteri Kehakiman, Marie-Claude Najem, mengatakan pengunduran diri ini tidak dapat ditafsirkan sebagai tindakan melarikan diri dari tanggung jawab.

“Cobalah memahami posisi kami.Tak seorang pun ingin berkuasa dengan keadaan seperti ini, ketika kami mengalami semua masalah: keruntuhan keuangan, virus corona, inilah bencana nasional yang kami alami.

“Jadi, tolong jangan diartikan ini sebagai langkah mengelak bertanggung jawab. Kami ingin mengambil keputusan yang ditujukan bagi rakyat Lebanon,” ujar Najem.

Beberapa menteri kabinet sebelumnya sudah mengundurkan diri, termasuk menteri Menteri Lingkungan, Damianos Kattar dan Menteri Informasi, Manal Abdel Samat.

Namun terus muncul agar segenap pemerintahan mengundurkan diri. Banyak rakyat Lebanon menyalahkan pemerintah karena mengizinkan bahan peledak dalam jumlah besar disimpan di pelabuhan Beirut.

Perdana Menteri Mundur!
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab akhirnya memutuskan mengundurkan diri, setelah ledakan besar di Beirut menewaskan lebih dari 160 orang dan memicu protes yang disertai kekerasan selama berhari-hari.

Menyadur CNN, Selasa (11/8/2020), Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan mengundurkan diri pada Senin (10/8) malam waktu setempat, kurang dari seminggu setelah ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon.

“Hari ini kami mendengarkan tuntutan rakyat untuk meminta pertanggungjawaban atas bencana yang telah tersimpan selama 7 tahun,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi lokal. “Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah,” lanjutnya.

Dalam pidatonya yang berapi-api, Diab mencaci-maki elit politik yang berkuasa di Lebanon karena mendorong apa yang disebutnya aparat korupsi.

“Kami telah berjuang dengan gagah berani dan bermartabat,” katanya, mengacu pada anggota kabinetnya.

“Antara kita dan perubahan adalah penghalang besar yang sangat kuat.” sambungnya.

Diab membandingkan ledakan hari Selasa dengan gempa bumi yang mengguncang negaranya dan mendorong pemerintahnya untuk mundur.

“Kami telah memutuskan untuk berdiri bersama rakyat,” katanya.

Protes meletus di luar kantor perdana menteri menjelang pidato yang dijadwalkan pada Senin (10/8) malam waktu setempat.

Puluhan pengunjuk rasa melemparkan batu, kembang api, dan bom molotov ke pasukan keamanan yang kemudian dibalas dengan gas air mata. Beberapa demonstran mencoba memanjat dinding di luar Lapangan Parlemen.

Hassan Diab diangkat menjadi perdana menteri Lebanon pada Desember lalu, dua bulan setelah pemberontakan rakyat menjatuhkan pemerintahan sebelumnya.

Pemerintahannya terdiri dari para teknokrat dan didukung oleh partai-partai politik besar, termasuk kelompok politik dan militan yang didukung Iran, Hizbullah.

Kini Lebanon harus menemukan perdana menteri ketiganya dalam waktu kurang dari satu tahun, untuk menghadapi krisis yang terus meningkat di sejumlah bidang.

Sebelumnya, tiga menteri kabinet sudah menyatakan mengundurkan diri, bersama dengan tujuh anggota parlemen.

Manal Abdel-Samad mundur dari jabatan Menteri Informasi pada Minggu (9/8). Dia menulis surat kepada pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Hassan Diab.

“Mengingat besarnya bencana yang disebabkan oleh ledakan Beirut yang mengguncang bangsa dan melukai hati dan pikiran kita,” tulis Manal dalam suratnya.

“Dan untuk menghormati para martir, dan rasa sakit dari yang terluka, hilang dan terlantar, dan sebagai tanggapan atas keinginan publik untuk perubahan, Saya mengundurkan diri dari pemerintah.” tegasnya. (*/BBC News)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.